Search

Aksi Lingkungan MAN 1 Way Kanan melalui Program 1 Juta Pohon Matoa: Perspektif Edukasi dan Konservasi

aksi-lingkungan-man-1-way-kanan-melalui-program-1-juta-pohon-matoa-perspektif-edukasi-dan-konservasi
Fotografer: Humas Kanwil

Way Kanan, MAN 1 (Humas). Dalam rangka memperingati Hari Bumi sekaligus mendukung program penghijauan nasional, MAN 1 Way Kanan berpartisipasi aktif dalam Gerakan Penanaman 1 Juta Pohon Matoa. Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan madrasah, dengan melibatkan siswa dan guru. Aksi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati lokal.

Partisipasi madrasah ini mengacu pada Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI Nomor 182 Tahun 2025 tentang Gerakan Penanaman Satu Juta Pohon Matoa, yang menekankan pentingnya peran satuan pendidikan dalam membangun kesadaran ekologis peserta didik. SE tersebut juga mendorong madrasah untuk mengintegrasikan kegiatan penanaman ke dalam kurikulum, serta menjadikannya bagian dari pembentukan karakter moderat, cinta tanah air, dan tanggung jawab sosial.

Kepala MAN 1 Way Kanan, Ahmad Zazili, menyampaikan bahwa partisipasi madrasah dalam gerakan ini merupakan bagian dari implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan proyek berbasis lingkungan. “Kami ingin siswa tidak hanya memahami teori tentang ekosistem dan perubahan iklim, tetapi juga turut serta dalam aksi nyata. Penanaman pohon matoa ini menjadi simbol komitmen kami terhadap lingkungan,” ujarnya.


Pohon matoa (Pometia pinnata), yang merupakan tanaman endemik Indonesia bagian timur, dipilih karena manfaat ekologis dan ekonomisnya. Selain mampu menyerap karbon dioksida secara signifikan, pohon ini juga menghasilkan buah yang bernilai gizi tinggi. Penanaman dalam jumlah besar diharapkan mampu menciptakan kawasan hijau baru, meningkatkan kualitas udara, serta memberikan habitat bagi satwa liar lokal.

Selain menanam pohon, para siswa juga mengikuti edukasi mengenai perawatan pohon, pentingnya tutupan lahan hijau, serta ancaman deforestasi. Dengan pendekatan ilmiah, siswa diajak untuk memahami dampak langsung tindakan manusia terhadap keseimbangan alam.

Partisipasi MAN 1 Way Kanan dalam gerakan ini membuktikan bahwa institusi pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk generasi peduli lingkungan. Diharapkan kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi menjadi awal dari gerakan berkelanjutan yang menanamkan cinta alam dalam setiap individu. Dengan langkah kecil seperti menanam pohon matoa, masa depan bumi yang lebih hijau bisa mulai diwujudkan. (joe)


Editor : Fadilah


Editor: Humas Kanwil
Copyright : Datin Kanwil