Tanggamus, MTsN 2 (Humas)- Upacara bendera setiap hari Senin merupakan kegiatan wajib yang harus dilaksanakan oleh seluruh sekolah, baik sekolah negeri maupun swasta. Kewajiban ini berdasarkan Permendikbud RI Nomor 23 Tahun 2015 Tentang Penumbuhan Budi Pekerti (PBP).
Semangat dan rasa nasionalisme mewarnai Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Tanggamus setiap hari Senin pagi. Upacara bendera menjadi rutinitas wajib yang diikuti seluruh civitas madrasah, mulai dari siswa, guru, hingga staf tata usaha.
Selaras dengan pernyataan diatas hari ini Senin (9/9) MTsN 2 Tanggamus laksanakan upacara bendera dengan pembina upacara Dwi Erwanto, S.Pd dihadiri oleh seluruh guru, staf, peserta didik kelas VII, VIII, IX, dengan petugas kelas IX H dibawah bimbingan Riza Elta Mandela, S.Kom
Dwi Erwanto, S.Pd dalam amanat menyampaikan apresiasi kepada petugas upacara hari ini
“Alhamdulillah petugas upacara hari ini telah menjalankan tugasnya dengan baik, bapak ucapkan terima kasih untuk kelas 9H, dan bapak beri nilai 98.8 semoga petugas upacara untuk minggu depan bisa mencontoh seperti hari ini bahkan bisa lebih baik lagi dari ini.” ucap Dwi
“Dalam kesempatan kali ini bapak ingin menyampaikan kepada peserta didik MTsN 2 Tanggamus bahwa sabtu kemarin kita kedatangan dari pihak Kepolisian Resor Kabupaten Tanggamus yang bertujuan mengadakan sosialisasi Hukum UU No. 01 Tahun 2024 tentang Informasi Elektronik (UU ITE) dan Bahaya Kenakalan Remaja di Tingkat Pelajar.” ucap Dwi
“Salah satu kenakalan remaja yang sering terjadi dan lagi gencarnya muncul di media sosial adalah bullying atau perundungan, bulliying sendiri dibagi menjadi 3 indikator pertama bullying secara fisik seperti memukul, menampar, memalak, atau meminta dengan paksa. Kedua, bullying secara verbal seperti memakai, menggosip, hingga mengejek. Ketiga, bullying secara psikologis seperti mengintimidasi, mengucilkan, mengabaikan, dan mendiskriminasi.” lanjutnya
“Akibat dari bulliying ini tidak main main nak, bisa menimbulkan Perasaan cemas hingga depresi
Sulit tidur, kurang nafsu makan, prestasi akademis turun, tidak percaya diri, suka menyendiri serta memiliki keinginan bunuh diri.” ujar Dwi
“Tetapi bapak harap di madrasah kita dijauhkan dan tidak akan pernah terjadi pembulliyan itu sendiri, apabila ada salah satu dari kalian yang merasa seperti 3 indikator pembulliyan yang seperti bapak sebutkan tadi silahkan lapor ke guru kalian, bisa wali kelas, guru BK atau bisa langsung lapor ke bapak, akan bapak bantu dan pastinya akan segera diproses menurut aturan tata tertib yang ada di MTsN 2 Tanggamus. tutup Dwi
Kepala MTsN 2 Tanggamus, Nurzaman, S.Ag, M.Pd.I Memberikan tanggapannya terkait pelaksanaan upacara hari ini
“Pembahasan pembina upacara hari ini adalah tentang pembulliyan yang dilakukan pelajar yang kerap muncul beritanya di media sosial”kata Nurzaman
“Pembulian atau perundungan adalah perbuatan tidak baik yang peserta didik maupun guru dapat dilakukan secara sadar maupun tidak. Oleh sebab itu, kita sepatutnya memahami apa itu bullying serta dampak negatifnya.” tutur Nurzaman
“Oleh karena itu ketika sebagai tenaga pendidik harus selalu mengingatkan tentang bahayanya sikap pembulian sehingga peserta didik dapat selalu berbuat baik dan ber Akhlakul Karimah, dan salah satu momen yang paling pas ketika upacara bendera sehingga seluruh peserti didik dapat mendengar dan InsyaAllah dapat menerapkanya .” imbuh Nurzaman (Idef/Mela Basyar).