Bandar Lampung, Kemenag
(Humas) — Kepala Kantor Kementerian
Agama Kota Bandar Lampung, Erwinto, menerima audiensi dari manajemen RS Bintang
Amin dalam rangka penjajakan kerja sama melalui Nota Kesepahaman (MoU), Selasa
(07/04/2026), di ruang kerja Kepala Kantor Kemenag Kota Bandar Lampung.
Audiensi ini difokuskan pada rencana kolaborasi strategis dalam penguatan layanan keagamaan yang terintegrasi dengan pelayanan kesehatan, khususnya pembinaan rohani bagi pasien, keluarga pasien, serta tenaga kesehatan di lingkungan rumah sakit.
Kakan Kemenag Kota Bandar
Lampung, Erwinto, menyampaikan apresiasi atas inisiatif RS Bintang Amin yang
membuka ruang sinergi dengan Kementerian Agama. Menurutnya, kerja sama ini
memiliki nilai kebermanfaatan yang besar dalam menghadirkan pelayanan publik
yang lebih komprehensif, tidak hanya dari aspek medis tetapi juga spiritual
keagamaan.
“Pendampingan keagamaan menjadi
bagian penting dalam proses pelayanan kesehatan. Melalui kerja sama ini,
diharapkan hadir layanan yang mampu memberikan ketenangan batin, memperkuat
spiritualitas, serta mendukung proses pemulihan pasien secara menyeluruh,” ujar
Erwinto.
Dari pihak RS Bintang Amin,
disampaikan komitmen untuk membangun kemitraan berkelanjutan yang mencakup
penyediaan layanan pembinaan rohani, fasilitasi ibadah pasien, serta edukasi
keagamaan bagi tenaga medis dan keluarga pasien. Program ini diharapkan dapat
meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit yang berorientasi pada nilai-nilai
kemanusiaan dan keagamaan.
Dalam pertemuan tersebut, Erwinto didampingi oleh Kasubbag Tata Usaha, Kasimun, Kasi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, Zainal Hakim, Bagian Kepegawaian, serta Ketua dan Sekretaris Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI).
Kasubbag TU, Kasimun, menambahkan bahwa kerja sama ini akan ditindaklanjuti melalui penyusunan dokumen MoU yang terarah dan terukur, sehingga implementasinya dapat berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Sinergi ini perlu dituangkan
dalam perencanaan yang sistematis, agar pelaksanaan program pembinaan keagamaan
di fasilitas kesehatan dapat berjalan optimal, terukur, dan berkelanjutan,”
jelas Kasimun.
Audiensi berlangsung dalam suasana konstruktif dan penuh semangat kolaborasi. Kedua belah pihak sepakat untuk segera menindaklanjuti pembahasan melalui penyusunan MoU sebagai landasan kerja sama yang akan mendukung peningkatan kualitas layanan keagamaan dan kesehatan di Kota Bandar Lampung. (Humas)
Editor : Fadilah