Lampung (Humas) --- Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Jumadi, didampingi Ketua Tim Kelembagaan dan Sistem Informasi Bimas Hindu, Ida Bagus Putu Mambal, mengunjungi Museum Lampung pada Rabu (05/3). Kunjungan ini disambut hangat oleh Kepala Museum Lampung yang diwakili oleh Pamong Budaya Ahli Madya Bidang Kepurbakalaan, I Made Giri Gunadi.
Dalam pertemuan tersebut, Jumadi menjelaskan bahwa kedatangan mereka bertujuan menindaklanjuti Surat Edaran Dirjen Bimas Hindu Nomor B-34/DJ.VI/Dt.VI.I/BA.03/03/2025 tanggal 3 Maret 2025. Surat edaran tersebut meminta data mengenai keberadaan candi dan situs purbakala bernapaskan Hindu di Provinsi Lampung serta pemanfaatannya dalam peribadatan Hindu.
“Kunjungan ini merupakan langkah awal dalam mendukung program prioritas Kementerian Kebudayaan RI. Kami berupaya mengumpulkan data candi Hindu yang ada di Lampung untuk memastikan kelestarian dan dokumentasi sejarahnya,” ujar Jumadi saat berada di Museum Lampung.
Menurutnya, data yang diperoleh akan digunakan sebagai bahan pemetaan oleh Kementerian Kebudayaan RI. Hal ini berkaitan dengan persiapan pelaksanaan kerja sama (MoU) antara Kementerian Kebudayaan RI dan Kementerian Agama RI terkait restorasi serta pemanfaatan candi sebagai tempat ibadah umat Hindu dan Buddha di Indonesia.
Jumadi berharap Museum Lampung dapat memberikan data yang terdokumentasikan dengan baik. Menurutnya, pendataan ini penting untuk menjaga keberlanjutan warisan budaya serta memperkuat kajian sejarah peradaban Hindu di Indonesia, khususnya di Lampung. Museum Lampung sendiri diketahui menyimpan sejumlah artefak dan informasi mengenai candi Hindu yang pernah berdiri di wilayah tersebut.
Sementara itu, I Made Giri Gunadi, S.S., M.Si., mengapresiasi inisiatif Bimas Hindu Kemenag Lampung dalam upaya pelestarian warisan budaya Hindu. Pihaknya menyatakan kesiapannya untuk berkoordinasi dalam penyediaan data yang dibutuhkan serta mendukung rencana kerja sama yang akan datang.
“Kami siap membantu dalam proses pengumpulan data dan memberikan akses terhadap informasi yang kami miliki terkait situs-situs Hindu di Lampung,” ujar Giri Gunadi.
Ia menambahkan situs sejarah terbesar di Lampung adalah Situs Pugung Raharjo di Kabupaten Lampung Timur, yang hingga kini masih aktif digunakan sebagai tempat Melasti oleh umat Hindu di wilayah tersebut. Selain itu, terdapat Situs Pura Topeng di Kabupaten Lampung Tengah yang juga masih digunakan sebagai tempat ibadah, serta Situs Batu Bedil di Kabupaten Tanggamus dan Situs Megalitikum Batu Berak di Lampung Barat. Beberapa situs lainnya masih memerlukan kajian lebih lanjut untuk pendalaman sejarah dan pemanfaatannya.
Dalam kunjungan tersebut, Kepala Bidang Bimas Hindu Kanwil Kemenag Provinsi Lampung juga berkesempatan melihat langsung berbagai temuan arkeologis bercorak Hindu-Buddha yang tersimpan di Museum Lampung. (Anggithya)
