Tanggamus, MTsN 2 (Humas) — Sampah merupakan permasalahan yang dihadapi seluruh manusia di muka bumi. Permasalahan tersebut menjadi perhatian dan kepedulian dunia internasional. Penelitian dan penemuan tentang manfaat sampah telah banyak diungkapkan, namun dalam kenyataan sehari-hari, masih banyak sampah yang terabaikan dan dilihat sebagai satu materi yang sudah tidak memiliki kegunaan.
Sebagai lembaga pendidikan formal MTsN 2 Tanggamus Mendirikan bank sampah di sekolah yang bertujuan untuk mendidik peserta didik yang ada di madrasah menjadi insan yang bersikap dan berperilaku peduli terhadap kondisi lingkungan. Selaras dengan pernytaan di atas Anggi Septiana salah satu guru sekaligus pembina kebersihan di MTsN 2 Tanggamus mengadakan perhitungan bank sampah yang telah dikumpulkan perkelas oleh peserta didik, diselengarakan di ruangan terbuka MTsN 2 Tanggamus, hari ini Sabtu (27/7), pukul 10.15 WIB.
Anggi septiana mengatakan kepada tim humas mengenai kegiatan bank sampah “Bank sampah adalah sistem pengelolaan sampah yang melibatkan murid dan staf sekolah dalam pengumpulan, pemilahan, dan pengolahan sampah, Dan hari ini adalah proses pengumpulan sampah-sampah perkelas, yang memang dua minggu sebelumnya sudah saya sosialisasikan apa itu bank sampah, apa yang harus mereka lakukan, dan seperti apa sampah yang nanti dikumpulkan kesaya , sehingga tadi saat pelaksaan mereka sudah tidak bingung lagi.” kata Anggi
“Setelah sampah ditimbang sampah yang bernilai ekonomis dijual kepada penampung sampah, sehingga setiap kelas mendapatkan uang hasil menyetorkan sampah yang bernilai ekonomis tadi.” lanjur Anggi
“Setelah itu peserta didikpun saya beri edukasi tentang sampah ekonomis, saya beri penjelasan bahwa sampah ekonomis bukan hanya botol atau wadah plastik saja tetapi bisa seperti buku bekas atau kertas bekas.” tutup Anggi
Kepala MTsN 2 Tanggamus Nurzaman mengapresia progam ada di MTsN 2 Tanggamus “Saya sangat senang, bangga dan mengapresiasi bank sampah yang diprogramkan oleh ibu Anggi, saya sangat setuju dengan kegiatan ini karena meminimalisir pembuangan sampah tidak pada tempatnya serta mendidik peserta didik kita untuk dapat memanfaatkan sampah sabagai potensi ekonomi.” imbuh Nurzaman
“Semoga dengan adanya program bank sampah ini diharapkan akan terbentuk insan yang disiplin, peduli terhadap lingkungan serta membentuk manajemen bank sampah yang siap untuk merubah nilai sampah dari yang tidak ekonomis menjadi memiliki nilai ekonomis. Sehingga setiap siswa nantinya dapat memiliki tabungan sampah yang bernilai ekonomi dan dapat membantu kebutuhan harian mereka.” ucap Nurzaman (Idef/Mela Basyar)
