Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

Berkat Ketulusan Hati, Penyuluh Agama dari Ulubelu Masuk Nominasi Penyuluh Award 2025

Senin, 26 Mei 2025 Humas Tanggamus
Berkat Ketulusan Hati, Penyuluh Agama dari Ulubelu Masuk Nominasi Penyuluh Award 2025
Humas Tanggamus
Humas Tanggamus

Tanggamus Kemenag (Humas) -- Di tengah sunyi lereng Ulubelu yang sejuk, lahir satu nama yang kini harum hingga ke tingkat provinsi: Ahmad Fauziyana. Pria sederhana yang sehari-hari menjadi penyuluh agama Islam di Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus ini, berhasil masuk nominasi Penyuluh Award 2025 tingkat Provinsi Lampung. Tak tanggung-tanggung, ia meraih nilai tertinggi untuk kategori "Pendampingan Kelompok Rentan" dengan skor mengesankan: 71,6.

Ajang bergengsi yang digelar di Hotel Kyriad Bandar Lampung pada 8–9 Mei 2025 itu menjadi saksi ketulusan para penyuluh agama dari seluruh penjuru Lampung. Tahun ini, tema “Pendampingan Kelompok Rentan” dipilih sebagai fokus utama, mengangkat kiprah mereka yang selama ini menjadi garda depan dalam membina masyarakat yang kerap luput dari perhatian.

 “Alhamdulillah, ini bukan tentang saya. Ini tentang mereka yang selama ini diam-diam mengajarkan saya makna kehidupan,” ujar Ahmad dengan mata berkaca-kaca.

Baginya, nominasi ini bukan akhir, melainkan langkah awal untuk lebih luas memberi manfaat. Ahmad pun menyebut bahwa pencapaiannya ini menjadi batu loncatan untuk mengikuti ajang serupa di tingkat nasional. “Semoga bisa menjadi jalan untuk lebih banyak belajar dan berbagi. Terima kasih untuk masyarakat Ulubelu yang telah menjadi rumah sekaligus guru dalam perjalanan dakwah ini,” tambahnya.

Ajang Penyuluh Award 2025 tak hanya menjadi panggung apresiasi, tetapi juga ruang perjumpaan para penyuluh yang memiliki semangat yang sama: melayani dengan hati. Banyak kisah inspiratif yang terungkap, dari kota hingga pelosok desa, dari masjid ke lorong-lorong harapan, semuanya menegaskan bahwa penyuluh agama adalah pelita kecil yang menyala di tengah gelapnya tantangan sosial.

Ahmad Fauziyana kini bukan hanya milik Ulubelu, tapi milik Lampung. Sosoknya menjadi inspirasi baru, bahwa kerja-kerja sunyi yang dilakukan dengan tulus, lambat laun akan menemukan panggungnya sendiri. Dan ketika itu terjadi, bukan tepuk tangan yang ia cari, melainkan keberlanjutan dari dampak baik yang sudah ia mulai. (Frans)