Lampung Barat, Kemenag (Humas)—-Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Barat, Miftahus Surur dan Kepala Seksi Bimbingan Islam (Bimas), Soparudin Hasan, menjadi pemateri dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Sinkronisasi Kinerja yang dihadiri Penyuluh dan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) di Aula Kantor setempat, Kamis (9/7/2026).
Rakor tersebut bertujuan untuk memacu akselerasi kinerja mengingat penyuluh dan KUA menjadi wajah Kemenag ditingkat bawah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Karena masyarakat banyak menaruh banyak harapan kepada Kemenag terutama dalam edukasi keagamaan dan semangat dalam spritualitas,” kata Miftahus Surur saat membuka kegiatan tersebut.
Oleh sebab itu, ia menekankan agar penyuluh dan kepala KUA terus meningkatkan performa dan kompetensi yang menjadi tolak ukur keberhasilan kinerja.
Ia juga mengutarakan, ASN harus memiliki tiga kemampuan wajib yakni kemampuan tekhnis atau daya dukung kompetensi dan manajerial yang baik.
“Berikutnya yang ketiga ialah kemampuan pada ruang sosial budaya yaitu kemampuan menyikapi dinamika dan kultural di lingkungan setempat,” harapnya.
Miftahus Surur juga menyarankan, agar penyuluh berkordinasi kepada takmir masjid untuk mewujudkan perpustakaan masjid. Tujuannya, selain tempat ibadah menjadi pendukung agar literasi keagaamaan hadir di rumah ibadah.
“Meski tidak mudah diwujudkan, karena setidaknya harus mempunyai ruang yang layak minimal ukuran 3x4 meter, tetapi ikhtiar untuk meningkatkan literatur keagamaan harus tetap di optimalkan,” katanya.
Terkait dengan bimbingan perkawinan, Miftahus Surur berpesan kepada kepala KUA yang notabene sebagai penghulu agar memperhatikan sejumlah catatan penting.
“Seperti keabsahan data atau validitas data, dokumen hasil layanan serta tidak adanya halangan pelaksanaan nikah,” tutupnya.
Sementara, Kasi Bimas Islam, Soparudin Hasan, menjabarkan sejumlah target dan program prioritas pada Bimas Islam yang telah dicanangkan.
Ia juga mengajak semua sektor baik penyuluh dan Kepala KUA dan jajarannya untuk bersinergi dan berkolaborasi mewujudkan program, kegiatan dan pelayanan.
Menurutnya, untuk mencapai target kinerja tidak bisa dilakukan secara personal semata, melainkan harus dengan kerja kolektif.
“Tidak ada istilah superman dalam pekerjaan kita, melainkan superteam, mari kita sama-sama optimalkan tugas dan fungsi kita,” ajaknya.