Lampung Barat, Kemenag (Humas) -- Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Barat melaksanakan Bimbingan Manasik Haji Kabupaten Lampung Barat Tahun 2025/1446H. Tampak hadir Bupati Lambar H. Parosil Mabsus, Wakil Bupati H. Madhasnurin, Plt. Kepala Kankemenag Lambar H. Miftahus Surur, S.Ag, M.Si, Plt Kasi PHU Hj. Linda Susilawati, S.Ag.,M.Ag, Kasi Penmad H. Mukip Zaman, S.Pd.,MM, Ketua MUI, para Petugas Haji, Bank BSI, dan Kepala KUA se Kabupaten Lampung Barat. Bertempat di Masjid Baiturrahim. Rabu, 09 April 2025.
Mengawali kegiatan manasik, Plt. Kankemenag Lambar Miftahus Surur menyampaikan laporan terkait bimbingan manasik haji dengan total ada 263 orang Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Lampung Barat.
"Dari total 263 orang terdapat 5 orang kategori lansia untuk Jemaah di Lampung Barat. Manasik haji tingkat Kabupaten dilaksanakan selama 2 hari dan 8 hari untuk manasik Kecamatan yang dibagi menjadi 3 zona," ungkapnya.
Acara ini juga menjadi kesempatan bagi para JCH untuk bertanya dan berdiskusi mengenai berbagai aspek penyelenggaraan ibadah haji, termasuk tata cara pelaksanaan, persiapan fisik dan mental, serta hal-hal teknis lainnya. Dengan adanya bimbingan manasik ini, diharapkan para JCH dari Kabupaten Lambar dapat menjalani ibadah haji dengan lebih baik dan mendapatkan pengalaman spiritual yang mendalam.
Selanjutnya, Bupati Lambar Parosil Mabsus menyampaikan apresiasi sekaligus membuka kegiatan manasik tingkat Kabupaten dengan harapan agar seluruh peserta dapat memahami setiap materi yang disampaikan oleh para narasumber. Beliau menekankan pentingnya mengikuti setiap sesi dengan penuh perhatian agar calon jemaah haji dapat melaksanakan ibadah haji dengan lancar dan khusyuk.
Selain itu, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi para calon jemaah untuk saling berbagi pengalaman dan tips mengenai pelaksanaan ibadah haji. Para narasumber yang hadir tidak hanya memberikan materi secara teoritis tetapi juga berbagi pengalaman pribadi yang dapat memberikan gambaran nyata tentang situasi dan kondisi di tanah suci.
"Saya minta kepada narasumber untuk dapat memotivasi, memberikan wawasan dan jangan ditakut-takuti. Penguatan mental sangat penting untuk menjaga semangat para JCH dalam pelaksanaan rangkaian ibadah haji," pintanya.
Selama dua hari pelaksanaan manasik tingkat kabupaten, peserta akan dibekali dengan pengetahuan mendalam mengenai rukun dan wajib haji, serta berbagai amalan lainnya yang dapat memperkaya ibadah mereka. Para peserta diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mempersiapkan diri secara optimal sebelum keberangkatan.
Terakhir, Parosil mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran fisik sebagai bagian dari persiapan haji. Ia pun mengajak seluruh peserta untuk saling mendukung dan menjaga kebersamaan selama menjalani ibadah haji nanti. Dengan semangat kebersamaan dan persiapan yang matang, diharapkan seluruh JCH dapat melaksanakan ibadah haji dengan baik dan kembali ke tanah air dengan selamat serta membawa pengalaman spiritual yang berharga. (Boy/K.TUMela Basyar)