Lampung Tengah, Kemenag (Humas) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Tengah H. Maryan Hasan, S.Ag., M.Pd.I mengikuti kegiatan Breakfast Meeting yang digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia secara hybrid, Selasa (10/3/2026). Pertemuan dipimpin langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar dan diikuti jajaran pimpinan Kementerian Agama dari seluruh Indonesia.
Kegiatan tersebut dihadiri Tim Penasehat Ahli Menteri Agama, para rektor dan ketua perguruan tinggi keagamaan negeri, kepala kantor wilayah Kemenag provinsi, kepala biro PTKN, kepala kantor Kemenag kabupaten/kota, serta pimpinan balai diklat dan balai litbang agama se-Indonesia.
Dalam arahannya, Menteri Agama menekankan penguatan berbagai program keagamaan selama bulan Ramadan, khususnya pelaksanaan program Masjid Ramah Pemudik (MRP). Program ini bertujuan menjadikan masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pelayanan bagi masyarakat, terutama para pemudik yang melakukan perjalanan menjelang Idul Fitri.
Ia meminta masjid yang ditetapkan sebagai Masjid Ramah Pemudik membuka layanan selama 24 jam serta menyediakan berbagai fasilitas pendukung, seperti tempat mandi dan wudu yang memadai, area parkir yang aman dan gratis, ruang menyusui, hingga layanan pengisian daya telepon genggam. Selain itu, masjid juga diharapkan menyediakan informasi bengkel kendaraan terdekat, bekerja sama dengan puskesmas untuk penyediaan obat-obatan standar, serta menghadirkan petugas keamanan agar para pemudik merasa aman dan nyaman saat singgah.
Menteri Agama juga menekankan pentingnya menjadikan Ramadan sebagai momentum penguatan peran masjid dan pemberdayaan umat. Peringatan Nuzulul Qur’an, misalnya, diharapkan tidak hanya dilakukan dalam satu malam, tetapi dapat dikembangkan menjadi rangkaian kegiatan selama sepekan, seperti wakaf Al-Qur’an dan pemberian apresiasi kepada guru ngaji melalui Baznas.
Selain itu, ia mendorong optimalisasi pengelolaan zakat untuk pemberdayaan masyarakat, penguatan syiar takbir sebagai tradisi keagamaan, serta pelibatan generasi muda dalam berbagai kegiatan keagamaan di masjid. Kementerian Agama juga akan memberikan penghargaan kepada masjid-masjid yang dinilai memiliki keunikan, keindahan, serta pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Menanggapi arahan tersebut, Kepala Kemenag Lampung Tengah H. Maryan Hasan menyatakan kesiapan jajarannya untuk mendukung dan melaksanakan berbagai program strategis yang disampaikan oleh Menteri Agama, terutama terkait penguatan fungsi masjid di tengah masyarakat.
“Melalui arahan ini diharapkan masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pelayanan umat yang memberikan kenyamanan, keamanan, dan manfaat bagi masyarakat, khususnya bagi para pemudik selama Ramadan dan Idulfitri,” ujarnya.
Ia menambahkan, jajaran Kemenag Lampung Tengah akan terus bersinergi dengan berbagai pihak guna mengimplementasikan program-program Kementerian Agama di daerah, sehingga pelayanan keagamaan kepada masyarakat dapat semakin optimal. (Ria/Mela)