Search

Buka Muswil II APRI Lampung Puji Raharjo Dorong Penghulu Profesional dan Adaptif

buka-muswil-ii-apri-lampung-puji-raharjo-dorong-penghulu-profesional-dan-adaptif
Fotografer: Humas Kanwil

Lampung, Kanwil Kemenag (Humas) ---Penghulu di Provinsi Lampung diharapkan semakin profesional dan adaptif dalam menghadapi dinamika pelayanan keagamaan di masyarakat. Hal ini disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Lampung, Puji Raharjo, dalam pembukaan Musyawarah Wilayah II Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Provinsi Lampung di Aula Arofah, Asrama Haji Rajabasa, Selasa (4/2/2025).

“Penghulu bukan hanya pencatat pernikahan, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membangun ketahanan keluarga dan memperkuat nilai-nilai keagamaan di masyarakat,” ujar Puji Raharjo dalam sambutannya.

Musyawarah ini menjadi momentum bagi penghulu untuk melakukan refleksi terhadap perjalanan APRI selama satu periode terakhir serta merancang strategi ke depan. Puji menekankan bahwa sebagai organisasi profesi, penghulu harus menjunjung tinggi profesionalisme dan integritas dalam menjalankan tugasnya.

Kakanwil Puji Raharjo menyoroti tantangan yang kini dihadapi penghulu, terutama dalam menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Salah satu aspek yang mendapat perhatian adalah keterlibatan wedding organizer (WO) dalam prosesi pernikahan.

"Dulu, penghulu hanya berhadapan dengan aturan dan pasangan calon pengantin. Sekarang, ada wedding organizer yang mengatur konsep acara, ada tantangan baru bagi penghulu terkait aspek administratif dan regulasi yang harus dipenuhi dalam pencatatan nikah," ujarnya.

Puji Raharjo menekankan bahwa penghulu harus mampu bersikap fleksibel tanpa mengesampingkan regulasi yang berlaku. 

"Kita harus memastikan pernikahan tetap sah secara agama dan hukum, sekaligus memahami dinamika sosial yang berkembang di masyarakat," katanya.

Dalam kesempatan itu, Puji juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dalam menjalankan tugas sebagai penghulu. Ia menegaskan bahwa profesionalisme tidak hanya diukur dari keterampilan teknis, tetapi juga dari keteguhan sikap dalam menjalankan aturan tanpa kompromi.

“Integritas adalah fondasi. Jangan mudah tergoda dengan hal-hal yang dapat merusak citra profesi kita,” tegasnya.

Selain itu, ia mendorong penghulu untuk lebih aktif dalam membangun citra positif melalui media sosial. Puji mengapresiasi penghulu di Lampung yang aktif dalam menyebarkan edukasi keagamaan melalui berbagai platform digital.

"Saya ingin penghulu di Lampung lebih sering berbagi wawasan keagamaan, baik melalui media sosial maupun forum publik. Setiap dua atau tiga hari sekali, cobalah menulis sesuatu yang menginspirasi masyarakat," ujarnya.

Sebagai organisasi profesi, APRI diharapkan mampu memperkuat solidaritas dan koordinasi antar anggota. Puji menekankan bahwa musyawarah ini bukan hanya tentang pemilihan kepemimpinan, tetapi juga penyusunan program strategis untuk memperkuat peran penghulu di tengah masyarakat.

Ia menegaskan bahwa dalam pemilihan kepengurusan baru, perbedaan pendapat adalah hal wajar. Namun, semua keputusan harus tetap berlandaskan pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.

"Saya yakin dengan semangat kebersamaan, musyawarah ini akan menghasilkan keputusan terbaik bagi APRI dan masyarakat yang kita layani," pungkasnya. (Mela Basyar/ Aditya).


Editor: Humas Kanwil
Copyright : Datin Kanwil