Search

Cegah Stunting, Catin Harus Ikuti Bimwin

cegah-stunting-catin-harus-ikuti-bimwin
Fotografer: Humas Kanwil


Lampung Barat, KUA (Humas) -- Kantor Urusan Agama bersama Puskesmas, dan BKKBN Kec. Way Tenong Bersinergi dalam Bimbingan Perkawinan Bagi Calon Pengantin untuk Cegah Stunting Way Tenong, Kamis 10 Oktober 2024. Bertempat di KUA Kecamatan Way Tenong Kabupaten Lampung Barat.

KUA Kecamatan Way Tenong berkolaborasi dengan Puskesmas Pajar Bulan dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Way Tenong dalam upaya pencegahan stunting melalui program bimbingan perkawinan.

Program ini dirancang untuk memberikan edukasi komprehensif kepada calon pengantin mengenai pentingnya persiapan kesehatan keluarga sebagai langkah awal untuk membentuk generasi bebas stunting.

Kerja sama antara tiga instansi ini menjadi inovasi penting dalam meningkatkan kualitas bimbingan perkawinan di Indonesia. Kepala KUA Kecamatan Way Tenong, Irwansyah menjelaskan bahwa materi bimbingan perkawinan tidak hanya menyentuh aspek keagamaan, tetapi juga kesehatan reproduksi, gizi, dan pola asuh anak.

“Kami ingin calon pengantin memiliki pemahaman yang utuh tentang bagaimana mempersiapkan keluarga yang sehat, agar anak-anak mereka kelak dapat terhindar dari risiko stunting,” kata Irwansyah.

UPT Puskesmas Pajar Bulan berperan dalam memberikan edukasi seputar kesehatan reproduksi dan pentingnya menjaga gizi selama masa kehamilan. Dalam setiap sesi bimbingan, tenaga medis dari Puskesmas yaitu dr. Raihan dan Ria Novita Sari, S.KM, memaparkan informasi tentang gizi seimbang, pemenuhan zat besi, dan pentingnya asupan nutrisi sejak awal kehamilan.

Mereka juga menekankan pentingnya memantau berat badan janin agar bayi lahir dengan berat badan yang cukup dan terhindar dari risiko stunting.

BKKBN, yang memiliki program nasional pencegahan stunting, turut menyumbangkan materi tentang perencanaan keluarga dan pentingnya menjaga jarak kelahiran antar anak.

Kepala BKKBN Way Tenong, Kusnaidi, S.E, mengungkapkan bahwa eluarga yang sehat dimulai dengan perencanaan yang baik, salah satunya menjaga jarak kehamilan agar ibu dapat memberikan perhatian penuh pada gizi dan kesehatan anak.

Kusnaidi juga menekankan pentingnya pemahaman mengenai 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang merupakan periode krusial dalam perkembangan anak. "Pada masa inilah calon ibu dan ayah harus benar-benar paham pentingnya memberikan asupan nutrisi yang cukup untuk mencegah stunting," jelasnya.

Salah satu peserta bimbingan, Jaka dan Junita, mengaku sangat terbantu dengan adanya informasi kesehatan yang lebih mendalam. “Kami jadi lebih tahu apa yang harus dipersiapkan, terutama dalam hal gizi untuk ibu hamil. Ini sangat penting agar anak kami nanti bisa tumbuh sehat,” ujar Junita.

Melalui sinergi antara KUA, Puskesmas, dan BKKBN, diharapkan pasangan-pasangan baru dapat lebih siap dalam membangun keluarga yang sehat dan sejahtera serta sakinah mawadah wa rahmah.

Terakhir, Kepala KUA Irwansyah berharap supaya program ini mampu menekan angka stunting di Indonesia, yang masih menjadi salah satu isu kesehatan utama. Ia berharap kerja sama ini dapat menjadi model yang diterapkan secara nasional. “Kami optimis, jika kesadaran ini tertanam sejak awal pernikahan, angka stunting dapat ditekan dengan signifikan," paparnya.

Dengan program ini, pemerintah berupaya menciptakan keluarga-keluarga Indonesia yang lebih sehat, cerdas, dan bebas dari risiko stunting, sejalan dengan visi menciptakan generasi emas 2045. (Lutfi/Boy/Mela Basyar)


Editor: Humas Kanwil
Copyright : Datin Kanwil