Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

KUA

Cinta Sejati Butuh Pengorbanan: Belajar Dari Dzulhijjah Tentang Ketaatan, Sabar, Mengalah, Dan Saling Memaafkan

Senin, 25 Mei 2026 Humas Way Kanan Editor: Anggithya
Cinta Sejati Butuh Pengorbanan: Belajar Dari Dzulhijjah Tentang Ketaatan, Sabar, Mengalah, Dan Saling Memaafkan
Humas Way Kanan
Humas Way Kanan
Foto: Ayni

Way Kanan, KUA Blambangan Umpu (Humas) - - Kepala KUA Blambangan Umpu Herman Fahri memandu prosesi akad nikah pasangan Regy Hastanu bin Ahmad Jalaludin dengan Siti Halimah binti Karmijan di Kampung Gunung Sangkaran, Kecamatan Blambangan Umpu, Jumat (22/5/2026).

Prosesi akad nikah berlangsung khidmat dan penuh haru dengan dihadiri keluarga besar kedua mempelai serta para tamu undangan.

Dalam khutbah nikahnya, Herman Fahri mengangkat tema “Cinta Sejati Butuh Pengorbanan: Belajar dari Dzulhijjah Tentang Ketaatan, Sabar, Mengalah, dan Saling Memaafkan.” Ia mengajak kedua mempelai menjadikan momentum bulan Dzulhijjah sebagai pelajaran dalam membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah.

"Di bulan Dzulhijjah ini kita belajar bahwa cinta sejati membutuhkan pengorbanan. Kadang harus mengalah demi menjaga rumah tangga, harus bersabar demi mempertahankan kebersamaan, dan harus saling memaafkan demi menjaga cinta tetap hidup," ujar Herman Fahri.

Ia juga menegaskan bahwa keharmonisan rumah tangga tidak hanya dibangun atas dasar rasa cinta, tetapi juga membutuhkan komitmen, kesabaran, tanggung jawab, dan keikhlasan dalam menghadapi setiap ujian kehidupan.(Ayni/Fitria)