Search

Dari Lampung untuk Indonesia: Umat Buddha Bersatu dalam Pembacaan kitab Suci Dhammapada Terbesar Sepanjang Sejarah

dari-lampung-untuk-indonesia-umat-buddha-bersatu-dalam-pembacaan-kitab-suci-dhammapada-terbesar-sepanjang-sejarah
Fotografer: Humas Kanwil

Lampung, Humas Kanwil Kemenag — Provinsi Lampung menjadi salah satu titik lokasi dalam pelaksanaan Pembacaan Kitab Suci Dhammapada Serentak Nasional yang digelar pada Minggu (15/6/2025). Sebanyak 200 umat Buddha dari berbagai unsur berpartisipasi aktif dalam kegiatan spiritual berskala nasional ini, yang ditargetkan mencatatkan diri dalam Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai pembacaan kitab suci terbanyak secara serentak.

Kegiatan berlangsung secara hibryd (daring dan luring) serentak di seluruh Indonesia. Di Lampung, pembacaan kitab suci dipusatkan di Aula Sai Batin, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung. Ratusan peserta yang hadir terdiri dari penyuluh agama Buddha, guru, mahasiswa STAB, pengurus organisasi keagamaan, dan majelis umat Buddha.

Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Provinsi Lampung Marwansyah, hadir langsung membuka kegiatan dan menyampaikan apresiasinya atas peran serta umat Buddha Lampung.

“Partisipasi umat Buddha Lampung dalam gerakan nasional ini menunjukkan semangat kebangsaan yang kuat. Kegiatan ini bukan hanya memperkuat spiritualitas, tetapi juga menjadi bentuk nyata menjaga harmoni dan nilai luhur bangsa,” ujar Marwansyah.

Secara daring, kegiatan ini terhubung langsung dengan lokasi utama di Auditorium H.M. Rasjidi Kementerian Agama RI Jakarta. Lebih dari 2.500 umat Buddha dari berbagai provinsi turut serta membaca kitab suci secara serempak dari pukul 07.30 hingga 17.30 WIB.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kemenag RI, Supriyadi, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari rangkaian Vesākha Sānanda 2569 BE, sebagai bentuk penghormatan terhadap ajaran Buddha dan penguatan nilai Dharma dalam kehidupan sehari-hari.

“Ini bukan hanya pembacaan kitab, tetapi sebuah ruang spiritual bersama, tempat kita menanamkan kebijaksanaan, welas asih, dan kedamaian,” ungkap Supriyadi.

Kitab yang dibaca adalah Dhammapada, berisi 423 syair ajaran Buddha yang menjadi pedoman hidup untuk menjalani kehidupan secara bijaksana dan penuh kasih sayang.

Pembimbing Masyarakat Buddha Kanwil Kemenag Lampung, Sariyono, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari Vesākha Sānanda, yakni rangkaian kegiatan pra dan pasca Waisak yang dirancang untuk menginternalisasi ajaran Dharma. Sebelumnya, umat Buddha di Lampung juga telah melaksanakan pendalaman Dharma, meditasi, praktik atthasila, pembacaan paritta, aksi sosial seperti pembagian sembako dan pengobatan gratis, hingga gerakan ekoteologi berupa penanaman pohon, pelepasan satwa, dan produksi eco enzym.

Ia menambahkan bahwa spiritualitas umat Buddha Lampung juga terlihat dalam peringatan detik-detik Waisak 12 Mei lalu yang dipusatkan secara nasional di Candi Borobudur dan Candi Sewu, serta perayaan Sannipata Waisak tingkat daerah.

Seluruh peserta di Lampung mengikuti kegiatan dengan penuh khidmat, mengenakan pakaian putih dan bawahan gelap sebagai simbol kesucian. Selama pembacaan kitab suci, mereka tidak menggunakan gawai, sebagai bentuk penghormatan dan konsentrasi penuh terhadap makna syair-syair suci yang dibacakan.

Sariyono berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari rekor nasional, tetapi juga momentum untuk menumbuhkan semangat pengamalan Dharma dalam kehidupan umat sehari-hari.

“Dari Lampung untuk Indonesia, kita menunjukkan bahwa ajaran Buddha tetap hidup dan berdampak, menjadi cahaya kebajikan bagi masyarakat luas,” tutupnya. (Mela/Rizki/Bai)


Editor: Humas Kanwil
Copyright : Datin Kanwil