Tanggamus Kemenag (Humas) --
Camat Kecamatan Sumberejo, Suwarno, S.Ag., bersama Kepala KUA Kecamatan
Sumberejo, Drs. H. Miskin, membuka kegiatan edukasi pencegahan stunting yang
ditujukan kepada calon pengantin. Acara yang berfokus pada pentingnya 1000 Hari
Pertama Kehidupan (HPK) ini diselenggarakan sebagai upaya untuk meningkatkan
kesadaran dan pengetahuan calon pengantin mengenai pencegahan stunting sejak
dini.
Ratnawiyah, S.Ag., M.A., seorang
Penyuluh Agama dan TIM YKWS, turut hadir sebagai pemateri dalam kegiatan ini.
Dalam pemaparannya, Ratnawiyah menekankan pentingnya asupan gizi yang baik dan
pola hidup sehat bagi ibu hamil dan bayi dalam 1000 HPK, yang merupakan periode
kritis untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.
Kegiatan ini diadakan dengan
tujuan utama untuk memastikan generasi yang akan datang menjadi generasi yang
sehat dan cerdas. Melalui edukasi yang tepat, calon pengantin diharapkan mampu
menerapkan pola hidup sehat sejak masa pranikah hingga masa kehamilan dan
kelahiran anak.
Selain itu, kegiatan ini juga
bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai bahaya stunting
dan cara-cara pencegahannya. Stunting, yang merupakan kondisi gagal tumbuh pada
anak akibat kekurangan gizi kronis, memiliki dampak jangka panjang terhadap
kesehatan, kemampuan belajar, dan produktivitas anak di masa depan.
Dalam sambutannya, Suwarno,
S.Ag., menyatakan bahwa pencegahan stunting merupakan tanggung jawab bersama
yang memerlukan kerjasama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat,
dan calon pengantin. Ia juga mengapresiasi peran aktif KUA Kecamatan Sumberejo
dan TIM YKWS dalam menyelenggarakan kegiatan edukasi ini.
Kepala KUA Kecamatan Sumberejo,
Drs. H. Miskin, menambahkan bahwa pendidikan pranikah seperti ini sangat
penting untuk membekali calon pengantin dengan pengetahuan dan keterampilan
yang diperlukan untuk mempersiapkan keluarga yang sehat dan sejahtera.
Kegiatan edukasi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam upaya pencegahan stunting di Kecamatan Sumberejo dan sekitarnya, serta menjadi contoh bagi kecamatan-kecamatan lain dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. (Frans/Mela Basyar)