Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Provinsi

Penghulu Hebat Layanan Bermartabat, 73 Pengurus Apri Lampung Periode 2025–2029 Dikukuhkan

Rabu, 16 Juli 2025 Melawati Basyar
Penghulu Hebat Layanan Bermartabat, 73 Pengurus Apri Lampung Periode 2025–2029 Dikukuhkan
Melawati Basyar
Melawati Basyar

Lampung, Humas Kanwil Kemenag --- Kepengurusan Wilayah Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PW APRI) Provinsi Lampung masa bakti 2025–2029 resmi dikukuhkan, Rabu (16/7/2025), di Soeltan Luxe Hotel, Bandar Lampung. Sebanyak 73 orang pengurus dilantik dalam upaya memperkuat kelembagaan profesi penghulu di Provinsi Lampung. Kegiatan ini mengangkat tema “Optimalisasi Peran Penghulu dalam Mewujudkan KUA Berdaya dan Layanan Keagamaan Berdampak: Penghulu Hebat, Penghulu Bermartabat,”.

Pengukuhan dilakukan oleh Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung, Yulizar Andri, yang mewakili Plt Kepala Kanwil Kemenag, Erwinto. Pengukuhan ini merupakan tindak lanjut dari Musyawarah Wilayah APRI ke-2 yang digelar 4 Februari 2025 di Islamic Center Rajabasa.

Yulizar menyampaikan bahwa penghulu tak hanya berperan administratif, tetapi juga menjadi pembina umat dan penjaga nilai-nilai luhur keluarga. “Saya percaya saudara-saudara akan menjalankan amanah ini dengan integritas, profesionalisme, dan semangat pelayanan kepada umat,” ujarnya.

Yulizar menegaskan pentingnya peran penghulu sebagai agen moderasi beragama serta pengawal terbentuknya keluarga sakinah. Ia juga mendorong agar para ASN fungsional, termasuk penghulu, menaati regulasi dan aktif dalam organisasi profesi.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum PP APRI, Madari, menekankan empat arah gerak strategis APRI, yakni peningkatan profesionalisme dan inovasi layanan, penguatan solidaritas internal dan kolaborasi eksternal, advokasi kesejahteraan penghulu, serta penguatan literasi digital keagamaan.

“Penghulu bukan sekadar pencatat nikah. Mereka adalah pelayan umat yang harus profesional, bersih, dan membawa dampak ke masyarakat. APRI adalah rumah etika dan kompetensi,” ujarnya.

Madari menambahkan bahwa pembentukan APRI bukan inisiatif personal, melainkan mandat regulatif dari Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020 dan Peraturan Menteri Agama Nomor 7 Tahun 2020. Karena itu, setiap penghulu wajib tergabung dalam APRI dan menjadikannya sebagai wahana peningkatan kompetensi dan etika profesi.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PW APRI Lampung terpilih M. Sulaiman menyampaikan tekad untuk menjadikan penghulu sebagai teladan moral dan pelayan umat yang andal. Ia juga menyoroti pentingnya membangun kemandirian organisasi melalui program literasi digital, usaha batik, penerbitan buku, dan koperasi.

“Jangan sampai ada penghulu tercoreng hanya karena layanan yang tidak berintegritas. Kita harus tampil sebagai pelayan umat yang bersih, bijak, dan inspiratif,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh jajaran untuk mendukung program Gerakan Sadar Pencatatan Nikah (Gas Nikah) yang dicanangkan Kementerian Agama. “Ini bagian dari ikhtiar menyelamatkan generasi muda dari krisis nilai dan membangun kesadaran bahwa pernikahan adalah fondasi bangsa,” katanya.

Mewakili Gubernur Lampung, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Karo Kesra) Yuri Agustini Primasari menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus baru. Ia menilai keberadaan APRI sebagai kekuatan moral dan spiritual bangsa, terlebih di tengah meningkatnya kompleksitas masalah keluarga.

“Kalau bicara pembangunan, tidak hanya soal industri atau teknologi, tetapi tentang manusia dan peradaban. Dan itu bermula dari keluarga. Penghulu memegang peran strategis di dalamnya,” ucapnya.

Agustina menambahkan, penghulu juga dituntut menjadi konsultan keluarga yang mampu memberi solusi atas persoalan sosial. “Mereka bukan hanya pembaca teks agama, tetapi juga pemecah konflik sosial,” tuturnya.

Acara ini dihadiri pula oleh Kapolresta Bandar Lampung, Ketua PWNU Lampung, Ketua GP Ansor, Ketua IKA PMII, PWM Muhammadiyah, Semua pihak mendukung penguatan peran APRI sebagai mitra strategis negara dalam menjaga stabilitas sosial melalui penguatan institusi keluarga. (Mela Basyar/Aditya)