Lampung, Humas Kanwil
Kemenag --- Kepengurusan Wilayah Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PW APRI)
Provinsi Lampung masa bakti 2025–2029 resmi dikukuhkan, Rabu (16/7/2025), di
Soeltan Luxe Hotel, Bandar Lampung. Sebanyak 73 orang pengurus dilantik dalam
upaya memperkuat kelembagaan profesi penghulu di Provinsi Lampung. Kegiatan ini
mengangkat tema “Optimalisasi Peran Penghulu dalam Mewujudkan KUA Berdaya dan
Layanan Keagamaan Berdampak: Penghulu Hebat, Penghulu Bermartabat,”.
Pengukuhan dilakukan oleh Kepala
Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung, Yulizar
Andri, yang mewakili Plt Kepala Kanwil Kemenag, Erwinto. Pengukuhan ini
merupakan tindak lanjut dari Musyawarah Wilayah APRI ke-2 yang digelar 4
Februari 2025 di Islamic Center Rajabasa.
Yulizar menyampaikan bahwa
penghulu tak hanya berperan administratif, tetapi juga menjadi pembina umat dan
penjaga nilai-nilai luhur keluarga. “Saya percaya saudara-saudara akan
menjalankan amanah ini dengan integritas, profesionalisme, dan semangat pelayanan
kepada umat,” ujarnya.
Yulizar menegaskan pentingnya
peran penghulu sebagai agen moderasi beragama serta pengawal terbentuknya
keluarga sakinah. Ia juga mendorong agar para ASN fungsional, termasuk
penghulu, menaati regulasi dan aktif dalam organisasi profesi.
Pada kesempatan tersebut, Ketua
Umum PP APRI, Madari, menekankan empat arah gerak strategis APRI, yakni
peningkatan profesionalisme dan inovasi layanan, penguatan solidaritas internal
dan kolaborasi eksternal, advokasi kesejahteraan penghulu, serta penguatan
literasi digital keagamaan.
“Penghulu bukan sekadar pencatat
nikah. Mereka adalah pelayan umat yang harus profesional, bersih, dan membawa
dampak ke masyarakat. APRI adalah rumah etika dan kompetensi,” ujarnya.
Madari menambahkan bahwa
pembentukan APRI bukan inisiatif personal, melainkan mandat regulatif dari
Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020 dan Peraturan Menteri Agama Nomor 7
Tahun 2020. Karena itu, setiap penghulu wajib tergabung dalam APRI dan menjadikannya
sebagai wahana peningkatan kompetensi dan etika profesi.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua
PW APRI Lampung terpilih M. Sulaiman menyampaikan tekad untuk menjadikan
penghulu sebagai teladan moral dan pelayan umat yang andal. Ia juga menyoroti
pentingnya membangun kemandirian organisasi melalui program literasi digital,
usaha batik, penerbitan buku, dan koperasi.
“Jangan sampai ada penghulu
tercoreng hanya karena layanan yang tidak berintegritas. Kita harus tampil
sebagai pelayan umat yang bersih, bijak, dan inspiratif,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh jajaran
untuk mendukung program Gerakan Sadar Pencatatan Nikah (Gas Nikah) yang
dicanangkan Kementerian Agama. “Ini bagian dari ikhtiar menyelamatkan generasi
muda dari krisis nilai dan membangun kesadaran bahwa pernikahan adalah fondasi
bangsa,” katanya.
Mewakili Gubernur Lampung, Kepala
Biro Kesejahteraan Rakyat (Karo Kesra) Yuri Agustini Primasari menyampaikan
ucapan selamat kepada pengurus baru. Ia menilai keberadaan APRI sebagai
kekuatan moral dan spiritual bangsa, terlebih di tengah meningkatnya
kompleksitas masalah keluarga.
“Kalau bicara pembangunan, tidak
hanya soal industri atau teknologi, tetapi tentang manusia dan peradaban. Dan
itu bermula dari keluarga. Penghulu memegang peran strategis di dalamnya,”
ucapnya.
Agustina menambahkan, penghulu
juga dituntut menjadi konsultan keluarga yang mampu memberi solusi atas
persoalan sosial. “Mereka bukan hanya pembaca teks agama, tetapi juga pemecah
konflik sosial,” tuturnya.
Acara ini dihadiri pula oleh
Kapolresta Bandar Lampung, Ketua PWNU Lampung, Ketua GP Ansor, Ketua IKA PMII,
PWM Muhammadiyah, Semua pihak mendukung penguatan peran APRI sebagai mitra
strategis negara dalam menjaga stabilitas sosial melalui penguatan institusi
keluarga. (Mela Basyar/Aditya)