Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

Dhammasanti Waisak 2568 TB/2024 : “Keharmonisan Merupakan Pedoman Hidup Berdampingan Dalam Berbangsa”.

Minggu, 09 Juni 2024 Humas Bandar Lampung
Dhammasanti Waisak 2568 TB/2024 : “Keharmonisan Merupakan Pedoman Hidup Berdampingan Dalam Berbangsa”.
Humas Bandar Lampung
Humas Bandar Lampung

Bandar Lampung, Kemenag (Humas) --- Hendri Hadizar, Plh. Kasubbag TU, mewakili Ka KanKemenag Kota Bandar lampung, H. Makmur,  menghadiri acara Dhammasanti Waisak 2568 TB/2024, Berlangsung di Aula Wira Satya, Gedung Baru Lantai IV, Polresta Bandar Lampung. Minggu (09/06/24).

Ketua Pelaksana, Halim, dalam laporannya menyampaikan :  Acara kegiatan ini bertemakan,  “Keharmonisan Merupakan Pedoman Hidup Berdampingan Dalam Berbangsa”.

“Kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian acara Dhammasanti Waisak 2568 TB/2024, bekerjasanma dengan seluruh Wihara di Kota Bandar Lampung dan membentuk kegiatan bersama. Diselenggarakan oleh PC MBI Kota Bandar Lampung bekerjasama dengan Polresta Bandar Lampung serta Kementerian Agama Kota Bandar Lampung.

Beragam Rangkaian kegiatan telah terlaksana dengan  Road to Dammasanti Waisak 2024, di Mall Bumi Kedaton (MBK), bulan yang lalu. Dengan  tujuan  Memperkenalkan dan mengembangkan Ajaran Agama Budha kepada ummat Budha Kota Bandar Lampung, melalui Dhammmasanti Waisak.

Semoga momentum waisak tahun ini membangkitkan kita, keluwesan untuk hidup berdampingan dan berbangsa”. Ungkapnya.


Waka Polresta Bandar Lampung, AKBP Erwin Irawan, membacakan sambutan  Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Abdul Waras, menyampaikan :  Selamat hari raya suci waisak, semoga berkah keyakinan dan kebijaksanaan menghiasi kehidupan kita semua.

“Peringatan hari raya tri suci waisak 2568 TB/2024 tahun ini yang dilaksanakan setiap tahun, bukan hal sebatas acara serimonial semata, namun merupakan salah satu wujud keyakinan dan bakti kita kepada Sang Hiang Budi Budha, Untuk menjalankan keyakinan agamanya masing-masing, dengan sikap saling bertoleransi, sehingga terbangunlah kedamaian hidup antar ummat beragama di Indonesia, khususnya di wilayah Kota Bandar Lampung.

Membangun dan menjaga keharmonisan dalam beragama, dengan menerapkan cinta kasih dan kasih sayang, disertai kebijaksanaan, kesusilaan dan keteguhan hati, sehingga terbangunlah kedamaian masyarakat Indionesia, khususnya masyarakat Kota Bandar lampung, semoga dapat memetik hikmah dari acara ini”. Mengakhiri sambutannya.

Pembimas Budha Provinsi Lampung  Sariyono, mewakili Ka Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, H. Puji Raharjo, menyampaikan dalam sambutannya : Apresiasi dan terimakasih serta ucapan Selamat hari tri suci waisak 2568 TB/2024. Semoga mendapatkan limpahan berkah waisak, kedamaian dan kebahagiaan.

“Tema kegiatan ini relevan dengan  program prioritas Kementerian Agama,  Moderasi Beragama. Yakni peraktik beragama secara moderat. Dalam Agama Budha, Praktik Jalan Tengah “Majma Pati Pada”. Semangat moderasi beragama, harus terus mendapatkan penguatan dan dorongan oleh semua komponen masyarakat.

Kantor Kementerian Agama Provinsi Lampung, mengajak semua komponen Budhis, untuk bersinergi dan bekolaborasi didalam memberikan layanan terbaik kepada ummat dan masyarakat budha Provinsi Lampung yang sama-sama kita cintai.

Waisak tahun ini kita jadikan momentum untuk memperkuat keruklunan, keharmonisan, dan kedamaian, sebagai ummat beragama, sebagai warga masyarakat dan warga bangsa Indonesia”. Pungkasnya.

Dalam kesempatan ini, Seraden Nihan, Setaf Khusus Pemda Kota Bandar lampung, mewakili Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, dalam sambutannya menyampaikan : Selamat merayakan hari suci waisak 2568 TB/2024. Kepada ummat budha seluruh Provinsi Lampung, khususnya di Kota Bandar Lampung.

“Waisak tahun ini semoga menjadi momentum, untuk mewujudkan kehidupan ummat manusia yang terbebas, kehidupan yang penuh kedamaian dan keadilan, sehingga waisak memiliki arti dalam memperingati tiga peristiwa penting, yang terjadi pada bulan waisak, waisaka, kelahiran Pangeran Sidarta Gautama, Sidarta Gautama mencapai penerangan yang sempurna menjadi Budha, meninggalnya Pangeran Sidarta Gautama.

Waisak tahun ini syarat dengan pesan moral bagi seluruh ummat budha, dan bagi kita semua, bahwa kehidupan ini tunduk dengan hukum alam, yakni perubahan dari lahir menjadi dewasa, tumbuh kemudian mati. Momentum penting pesan waisak, jangan lengah dan waspada, suatu saat kita mengalami kematian. Oleh karnanya isi kehidupan ini dengan berbuat kebaikan serta berbuat baik, kepada sesama ummat maupun dialam dimana kita berada.

Mengurangi ego pribadi dan meningkatkan ego Nasionalisme, untuk kejayaan Bangsa dan Negara kita, dan terus berupaya untuk memelihara dan menjaga tiga kerukunan ummat beragama, antar umat beragama, antar sesama ummat beragama dan antar ummat beragama dengan Pemerintah. Dengan memegang teguh prinsip kerukunan, kehidupan beragama merupakan modal dasar untuk meningkatkan, persatuan dan kesatuan bangsa, guna menuju kedamaian dunia”. Tutupnya. (Mushollin).

Editor : Fadilah