Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

KUA

Di Balik Lafaz “Sah”, Pesan Menyentuh Penghulu untuk Okta dan Dia

Jumat, 13 Februari 2026 Humas Way Kanan
Di Balik Lafaz “Sah”, Pesan Menyentuh Penghulu untuk Okta dan Dia
Humas Way Kanan
Humas Way Kanan

Way Kanan, KUA Pakuan Ratu (Humas) - - Pagi itu, suasana di Gunung Waras terasa berbeda. Raut harap dan bahagia terpancar dari wajah keluarga yang berkumpul menyaksikan prosesi sakral akad nikah Okta Ferdinansyah dan Dia Falisna, Jumat (13/02/2026). Dalam balutan nuansa khidmat, keduanya bersiap mengikat janji suci di hadapan Allah SWT.

Prosesi akad nikah dipimpin langsung oleh Penghulu KUA Pakuan Ratu, Muhlasin. Sebelum ijab kabul dilangsungkan, dilakukan pemeriksaan administrasi guna memastikan seluruh rukun dan syarat pernikahan telah terpenuhi sesuai ketentuan agama dan negara. Setelah semuanya dinyatakan lengkap, suasana pun hening menanti momen paling menentukan.

Dengan satu tarikan napas yang mantap, Okta mengucapkan ijab kabul dengan lancar. Lafaz yang tegas itu disambut serentak ucapan “sah” dari para saksi dan keluarga. Haru pun pecah, doa dan senyum bahagia mengiringi detik-detik awal perjalanan baru kedua mempelai.

Dalam nasihat pernikahannya, Muhlasin menyampaikan pesan yang menyentuh hati. Ia mengingatkan bahwa pernikahan bukan sekadar menyatukan dua insan, melainkan menyatukan dua latar belakang, karakter, dan harapan yang berbeda. “Bangunlah rumah tangga dengan komunikasi yang lembut, saling menghargai, dan menyelesaikan setiap persoalan dengan musyawarah serta doa,” pesannya.

Ia juga menekankan bahwa suami adalah pemimpin yang memikul amanah, sementara istri adalah pendamping yang menghadirkan ketenangan. Dalam perjalanan rumah tangga, ujian mungkin datang, namun kesabaran dan syukur harus selalu menjadi pegangan.

Di akhir prosesi, doa dipanjatkan agar Okta dan Dia menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. KUA Pakuan Ratu pun kembali menegaskan komitmennya tidak hanya sebagai pencatat pernikahan, tetapi juga sebagai pembina keluarga yang siap mendampingi masyarakat menuju rumah tangga yang harmonis dan penuh keberkahan.  (Ngato/Dhany)