Way Kanan, KUA Pakuan Ratu (Humas) - - Pagi itu, suasana di Gunung Waras terasa berbeda. Raut harap dan bahagia terpancar dari wajah keluarga yang berkumpul menyaksikan prosesi sakral akad nikah Okta Ferdinansyah dan Dia Falisna, Jumat (13/02/2026). Dalam balutan nuansa khidmat, keduanya bersiap mengikat janji suci di hadapan Allah SWT.
Prosesi akad nikah dipimpin langsung oleh
Penghulu KUA Pakuan Ratu, Muhlasin. Sebelum ijab kabul dilangsungkan, dilakukan
pemeriksaan administrasi guna memastikan seluruh rukun dan syarat pernikahan
telah terpenuhi sesuai ketentuan agama dan negara. Setelah semuanya dinyatakan
lengkap, suasana pun hening menanti momen paling menentukan.
Dengan satu tarikan napas yang mantap, Okta
mengucapkan ijab kabul dengan lancar. Lafaz yang tegas itu disambut serentak
ucapan “sah” dari para saksi dan keluarga. Haru pun pecah, doa dan senyum
bahagia mengiringi detik-detik awal perjalanan baru kedua mempelai.
Dalam nasihat pernikahannya, Muhlasin
menyampaikan pesan yang menyentuh hati. Ia mengingatkan bahwa pernikahan bukan
sekadar menyatukan dua insan, melainkan menyatukan dua latar belakang,
karakter, dan harapan yang berbeda. “Bangunlah rumah tangga dengan komunikasi
yang lembut, saling menghargai, dan menyelesaikan setiap persoalan dengan
musyawarah serta doa,” pesannya.
Ia juga menekankan bahwa suami adalah pemimpin
yang memikul amanah, sementara istri adalah pendamping yang menghadirkan
ketenangan. Dalam perjalanan rumah tangga, ujian mungkin datang, namun
kesabaran dan syukur harus selalu menjadi pegangan.
Di akhir prosesi, doa dipanjatkan agar Okta dan
Dia menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. KUA Pakuan Ratu pun
kembali menegaskan komitmennya tidak hanya sebagai pencatat pernikahan, tetapi
juga sebagai pembina keluarga yang siap mendampingi masyarakat menuju rumah
tangga yang harmonis dan penuh keberkahan. (Ngato/Dhany)