Kemenag Kota Metro (Humas) --- Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kota Metro, Ny. Indriyati Abdul Haris, bersama jajaran anggotanya mengikuti Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama Republik Indonesia. Diikuti oleh berbagai pengurus DWP dari seluruh Indonesia, Ketua DWP PTKN, Istri Kepala Biro PTKN, dan Ketua DWP Kanwil Kemenag Provinsi, Ketua DWP Kankemenag Kab/Kota, Ketua DWP UPT Asrama Haji, dan Ketua DWP BDK, BLA dan LOKA Se-Indonesia.
Seminar tersebut berlangsung secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting mengangkat tema “Etiket Sosial Perempuan Dalam Menjalankan Peran Publik”. Dengan Narasumber Ibu Lista Damayanti Djani, yang merupakan Pendamping Wakil Tetap PBB periode 2015-2021.
Dalam kesempatan itu, Ny. Indriyati Abdul Haris mengajak kepada jajaran anggotanya, untuk akan pentingnya etiket sosial bagi perempuan yang aktif dalam peran publik. "Sebagai perempuan, kita memiliki tanggung jawab untuk menunjukkan sikap dan perilaku yang baik dalam menjalankan peran kita di masyarakat," ujarnya. Menurutnya etiket sosial adalah kunci untuk membangun citra positif dan memberikan kontribusi yang berarti.
Lebih lanjut, Indriyati mengungkapkan tentang berbagai aspek etiket sosial yang perlu diperhatikan oleh perempuan dalam menjalankan peran publik. “etiket bukan hanya soal tata krama, tetapi juga mencakup sikap percaya diri, komunikasi efektif, dan kemampuan membangun jaringan, dan Perempuan harus mampu beradaptasi dengan dinamika sosial yang ada," ungkapnya
Indriyati juga mengajak semua peserta untuk mengimplementasikan pembelajaran dari seminar ini dalam kehidupan sehari-hari. "Mari kita terapkan nilai-nilai etiket sosial yang telah kita pelajari agar dapat menjadi contoh bagi generasi mendatang," ajaknya.
Dengan adanya seminar ini, diharapkan para anggota DWP dapat memperkuat perannya dalam masyarakat dan menjadi teladan dalam berperilaku. "Bersama-sama, kita bisa menciptakan lingkungan yang mendukung partisipasi aktif perempuan dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam ranah publik," harapnya,(tgh/Zaenal/Anggithya)
