Way Kanan, Kemenag (Humas) - - Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Way Kanan mengikuti kegiatan istighosah dan pengajian bulanan yang bertemakan "Relasi Syari’at dan Hakikat" di Kantor Kemenag Way Kanan pada Kamis, 8 Agustus 2024. Kegiatan ini merupakan bagian dari acara yang diselenggarakan oleh DWP Kemenag RI.
Acara dimulai dengan sholawatan yang dibawakan oleh Tim
Sholawatan Sekjen, dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars
Dharmawanita, serta pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an. Laporan kegiatan disampaikan
oleh Ibu Hilda Ainissyifa, Ketua DWP UP Sekjen. Beliau menjelaskan bahwa
pengajian dilaksanakan secara hybrid, dengan peserta offline sebanyak 255
orang, terdiri dari pengurus pusat DWP RI, perwakilan unit Direktorat dan
Badan, serta perwakilan DWP Kanwil dan PTKN. Sementara peserta online mencakup
seluruh pengurus dan anggota DWP Kemenag di tingkat Provinsi serta
Kabupaten/Kota.
Dalam laporannya, Ibu Hilda mengapresiasi dukungan dari
berbagai pihak, termasuk Ibu penasehat DWP Kemenag RI, Ibu wakil penasehat,
serta seluruh pengurus dan panitia yang telah mendukung dan memfasilitasi acara
ini. "Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
mendampingi dan mendukung setiap kegiatan DWP," ujarnya.
Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Ibu Eny Retno Yaqut,
Penasehat DWP Kemenag RI. Beliau menguraikan tema pengajian pagi ini dan
menjelaskan bahwa menurut Syekh Abdul Qadir , kombinasi antara syari’at dan
hakikat dalam sholat dapat menghasilkan ibadah yang sempurna dan berkualitas. Ibu
Eny menjelaskan bahwa syari’at adalah sistem atau aturan yang mengatur hubungan
antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan.
Penasehat DWP Kemenag RI mengungkapkan harapannya agar doa
yang dipanjatkan dalam istighosah pagi ini dapat memberikan berkah bagi negara
tercinta, Indonesia, yang merayakan usia ke-79. "Semoga Indonesia
senantiasa dilimpahi rahmat Allah SWT dan menjadi negara yang penuh dengan
kedamaian serta kesejahteraan," harapnya.
Pada kesempatan yang sama, KH. Akhmad Shodiq, selaku
penceramah, menjelaskan bahwa syari’at dan hakikat merupakan aspek yang sangat
personal dan melekat pada diri setiap individu. “Syari’at dan hakikat adalah
dua konsep yang memiliki hubungan erat dan saling terkait dengan kehidupan
pribadi kita,” ungkapnya.
Beliau menekankan pentingnya keseimbangan antara syari’at
dan hakikat. “Meskipun syari’at memberikan aturan yang jelas, hakikat
mengajarkan kita untuk memahami dan meresapi makna di balik aturan-aturan
tersebut. Keduanya harus berjalan beriringan dalam perjalanan spiritual kita,
sehingga kita dapat mencapai pemahaman dan pengamalan agama yang lebih
sempurna,” tambahnya.
Dengan penjelasan tersebut, KH. Akhmad Shodiq berharap
peserta dapat lebih memahami dan mengintegrasikan kedua aspek ini dalam kehidupan
sehari-hari mereka, sehingga mencapai kedalaman spiritual dan ketaatan yang
lebih tinggi.
Dian Elida Sarie, Ketua DWP Kemenag Way Kanan, menyampaikan apresiasi dan respons positif terhadap kegiatan tersebut. Ia menyatakan, "Kami sangat menghargai dan berterima kasih atas pelaksanaan kegiatan ini yang sangat bermanfaat. Pengajian rutin ini tidak hanya memperkaya pengetahuan agama kami, tetapi juga memperkuat ikatan antara anggota DWP di berbagai daerah. Alhamdulillah, dengan adanya kegiatan seperti ini, kami dapat terus mendalami ilmu agama dan meningkatkan kualitas ibadah kami," ungkapnya.
Dian juga berharap agar pengajian bulanan ini dapat
dilaksanakan secara berkelanjutan. "Kegiatan ini memberikan dampak positif
yang signifikan, dan kami berharap dapat terus berlangsung secara konsisten.
Kegiatan rutin ini sangat penting untuk pengembangan spiritual dan keagamaan
kami. Semoga dengan dukungan semua pihak, pengajian ini dapat terus diadakan
dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi seluruh anggota DWP,” harapnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi anggota untuk berbagi ilmu dan pengalaman, serta mempererat hubungan antaranggota. "Kami percaya bahwa dengan terus melaksanakan pengajian rutin, kami dapat saling mendukung dan memperkuat komitmen kami terhadap ajaran agama. Semoga kegiatan ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi kita semua,” tutup Dian Elida Sarie. (Fit/Hand)
Editor : Fadilah
