Pesisir Barat, 23 Oktober 2024
– MAN 1 Pesisir Barat menjadi tuan rumah acara Edukasi Rupiah, QRIS, dan
Pengolahan Sampah dalam rangka mendukung pariwisata berkelanjutan di Provinsi
Lampung. Kegiatan yang diselenggarakan dengan dukungan dari Bank Indonesia ini
bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pemahaman tentang
Rupiah, digitalisasi sistem pembayaran melalui QRIS, serta pengolahan sampah
sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan di kawasan wisata,
khususnya di sekitar Pantai Krui.
Acara ini dihadiri oleh
sejumlah pejabat penting, termasuk Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi
Lampung, Junanto Herdiawan, serta Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir
Barat, Drs. Jon Edward, M.Pd. Kehadiran para pejabat ini menunjukkan komitmen
Pemerintah Daerah dan Bank Indonesia dalam mendorong kualitas pariwisata
berbasis lingkungan di Pesisir Barat. Tidak hanya itu, acara ini juga dihadiri
oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Husni Aripin, S.IP., Kepala Dinas
Pariwisata, I Nyoman Setiawan, S.E., M.M., serta sejumlah tokoh penting
lainnya.
Salah satu fokus utama
kegiatan ini adalah edukasi terkait digitalisasi sistem pembayaran melalui QRIS
(Quick Response Code Indonesian Standard), yang diharapkan dapat memudahkan
transaksi bagi pelaku usaha di sektor pariwisata. Dengan semakin meningkatnya
kunjungan wisatawan ke wilayah Krui, penggunaan QRIS diharapkan mampu
mempercepat transaksi dan meningkatkan kenyamanan wisatawan dalam berbelanja di
kawasan wisata.
Selain edukasi mengenai sistem
pembayaran digital, acara ini juga menekankan pentingnya pengelolaan sampah
untuk mendukung pariwisata berkelanjutan. Bank Indonesia secara simbolis
menyerahkan bantuan berupa 12 unit tempat sampah kepada MAN 1 Pesisir Barat,
sebagai bentuk dukungan dalam menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu,
bantuan dana renovasi untuk Masjid MAN 1 Pesisir Barat juga diserahkan guna
mendukung kegiatan spiritual siswa dan masyarakat sekitar.
Junanto Herdiawan, Kepala
Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, dalam sambutannya menyatakan bahwa
pariwisata berkualitas harus didukung oleh infrastruktur yang baik, termasuk
sistem pembayaran yang modern serta kesadaran lingkungan yang tinggi. “Kami
berharap edukasi ini dapat menjadi langkah awal yang baik untuk mengintegrasikan
prinsip-prinsip pariwisata berkualitas di Pesisir Barat,” ujarnya.
Kepala MAN 1 Pesisir Barat,
Arief Budiman, M.Pd., menyambut baik program ini. Ia berharap siswa-siswinya
dapat menjadi duta lingkungan dan agen perubahan dalam menjaga kelestarian
kawasan wisata di sekitar Pantai Krui. “Kolaborasi antara Bank Indonesia,
pemerintah, dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan pariwisata yang
ramah lingkungan dan berkelanjutan,” tambahnya. (Gilang)