Search

Evaluasi Haji, Kabid PHU: Pelayanan Jamaah Haji Lampung Tahun Ini Baik dan Lancar

evaluasi-haji-kabid-phu-pelayanan-jamaah-haji-lampung-tahun-ini-baik-dan-lancar
Fotografer: Humas Kanwil

Lampung (Humas) --- Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung melalui Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) menggelar rapat evaluasi penyelenggaraan ibadah haji tahun 1445 Hijriah/2024 Masehi di Asrama Haji Rajabasa, Selasa (16/7/2025). Rapat ini menjadi forum penting untuk merefleksikan pelaksanaan seluruh tahapan ibadah haji, dari proses persiapan, pemberangkatan, layanan di Arab Saudi, hingga pemulangan jemaah ke Tanah Air.

Kepala Bidang PHU Kanwil Kemenag Lampung, M. Ansori, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kelancaran seluruh proses ibadah haji tahun ini. Ia menilai, penyelenggaraan ibadah haji di Lampung telah berjalan dengan baik dan sesuai jadwal.

“Alhamdulillah, semua tahapan haji tahun ini berjalan lancar. Mulai dari proses pemberangkatan, pelaksanaan ibadah di Tanah Suci, hingga kepulangan jemaah berlangsung tertib, aman, dan sesuai jadwal,” ujar Ansori.

Menurut data Kanwil Kemenag Lampung, jumlah jemaah haji yang diberangkatkan dari Provinsi Lampung pada tahun 2025 mencapai 7.087 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 6.975 jemaah haji reguler, 40 Petugas Haji Daerah (PHD), dan 72 petugas kloter. Dari total tersebut, sebanyak 7.069 jemaah telah tiba kembali di Tanah Air.

Ansori menyampaikan bahwa jumlah jemaah yang wafat di Tanah Suci tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Tercatat 20 orang jemaah asal Lampung meninggal dunia, sementara satu orang jemaah dari Kabupaten Tulang Bawang masih menjalani perawatan di Arab Saudi. “Kami turut berduka atas wafatnya para jemaah, dan terus memantau kondisi jemaah yang masih dirawat. Meski demikian, secara umum seluruh proses pelayanan berjalan baik,” ujarnya.

Dalam rapat evaluasi tersebut, Ansori juga menekankan pentingnya sinergi dan kerja sama antarinstansi yang selama ini telah terjalin. Ia menyebutkan keberhasilan penyelenggaraan haji tidak terlepas dari koordinasi yang baik antara Kementerian Agama, pemerintah daerah, maskapai penerbangan, tenaga kesehatan, serta berbagai lembaga lainnya.

“Ini adalah hasil kerja bersama. Kami sangat mengapresiasi semangat kebersamaan semua pihak yang telah mendukung penyelenggaraan haji di Lampung. Koordinasi dan komunikasi yang baik menjadi kunci utama dalam pelayanan,” ujarnya.


Apresiasi juga disampaikan kepada seluruh petugas haji, baik Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, PPIH Provinsi, maupun PPIH Kabupaten/Kota. Ansori menyebutkan bahwa sebagian besar jemaah menyampaikan testimoni positif atas pelayanan yang mereka terima selama menjalankan ibadah haji. “Kami menerima banyak testimoni langsung dari para jemaah saat pemulangan. Mereka menyampaikan terima kasih atas bantuan dan pendampingan selama di Tanah Suci,” katanya.

Lebih lanjut, Ansori menjelaskan bahwa mulai tahun 2025 ini, pemerintah memberlakukan penggunaan delapan syarikah atau perusahaan penyedia layanan di Arab Saudi. Kebijakan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas layanan kepada jemaah haji Indonesia, termasuk dari Provinsi Lampung.

“Penerapan delapan syarikah ini bertujuan agar pelayanan yang diberikan kepada jemaah semakin terstandar, profesional, dan transparan. Mulai dari akomodasi, konsumsi, hingga transportasi lokal, semuanya akan ditangani secara lebih terorganisir,” jelas Ansori.

Menurut dia, pemerintah Indonesia terus melakukan perbaikan sistem layanan berbasis pengalaman tahun-tahun sebelumnya. Dengan hadirnya delapan syarikah yang ditetapkan melalui kesepakatan bilateral dengan Pemerintah Arab Saudi, diharapkan tidak ada lagi pelayanan yang timpang antarjemaah dari berbagai daerah.

“Pemerintah juga menekankan pentingnya akuntabilitas dan pengawasan dalam kontrak dengan syarikah. Petugas haji Indonesia akan memiliki akses langsung untuk memonitor kualitas layanan yang diberikan kepada jemaah, dan jika terjadi kekurangan, bisa langsung dilakukan perbaikan,” tambahnya.

Ansori menyebut, Kementerian Agama terus berkomitmen meningkatkan profesionalisme penyelenggaraan haji, seiring dengan meningkatnya jumlah jemaah dan kompleksitas pelayanan di Tanah Suci. “Harapan kami, jemaah tidak hanya mendapatkan kenyamanan secara fisik, tetapi juga ketenangan spiritual dalam menjalankan rukun Islam kelima ini,” ujarnya.

Ia menutup sambutan dengan ajakan kepada seluruh pihak untuk menjadikan hasil evaluasi ini sebagai bahan perbaikan nyata menuju penyelenggaraan haji yang semakin berkualitas di tahun-tahun mendatang.

Rapat evaluasi ini turut dihadiri oleh Kepala Kemenag Kabupaten/Kota Se-Provinsi Lampung, tim PPIH Embarkasi Antara Lampung, petugas kloter, Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK), Kantor Imigrasi, Polda Lampung, TNI, serta unsur pendukung lainnya. Beberapa poin penting yang dibahas antara lain penanganan kesehatan jamaah, distribusi katering, kelengkapan dokumen, manajemen transportasi, serta penguatan bimbingan manasik haji.(Anggithya/Abdul Aziz)



Editor: Humas Kanwil
Copyright : Datin Kanwil