Pesawaran, Kemenag (Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesawaran, Farid Wajedi, didampingi oleh Kasi Pendidikan Madrasah Khuzil Afwa Kahuripan, memberikan pembinaan kepada 18 kepala madrasah, bendahara, dan operator madrasah dalam acara Pembinaan dan Monitoring Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Madrasah untuk tahap 1 tahun anggaran 2024. Kegiatan ini dilaksanakan di MIS At-Taqwa, Desa Kresno Widodo, Kecamatan Tegineneng, pada Kamis, 24 Oktober 2024.
Dalam sambutannya, Farid Wajedi menegaskan pentingnya program Bantuan Operasional Madrasah (BOP) sebagai wujud perhatian dan komitmen pemerintah dalam mendukung kelancaran pendidikan di madrasah. Ia menyoroti peran strategis madrasah dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia.
"Bantuan ini sangat penting, karena melalui BOP, madrasah dapat meningkatkan kualitas pendidikan, memperbaiki sarana dan prasarana, serta memberikan pelayanan pendidikan yang lebih baik bagi peserta didik," ujar Farid Wajedi. Ia menambahkan, dengan adanya dana BOS, madrasah dapat lebih fokus dalam mengembangkan inovasi dan strategi pendidikan yang adaptif terhadap tantangan zaman tanpa terbebani kendala finansial.
Lebih lanjut, Farid menekankan bahwa penggunaan dana BOP harus dikelola dengan penuh tanggung jawab, transparansi, dan akuntabilitas. "Pengelolaan dana ini harus sesuai dengan regulasi pemerintah agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh elemen pendidikan, terutama para peserta didik," tuturnya.
Selain membahas pengelolaan dana BOS, Farid juga menyoroti tantangan pendidikan madrasah di era globalisasi dan digitalisasi. Menurutnya, madrasah harus mampu bersaing dengan lembaga pendidikan lainnya di tingkat nasional maupun internasional. "Kita tidak boleh puas dengan capaian yang ada, namun harus terus berinovasi, belajar, dan meningkatkan kompetensi sebagai pendidik dan pengelola madrasah," tegasnya.
Ia yakin bahwa dengan sinergi dan kolaborasi yang baik, madrasah di Kabupaten Pesawaran dapat berkembang lebih maju dan berdaya saing. "Madrasah harus menjadi lembaga pendidikan yang unggul dalam ilmu pengetahuan umum sekaligus dalam membentuk karakter berdasarkan nilai-nilai keislaman," ungkap Farid.
Acara ini dihadiri oleh para kepala madrasah dari berbagai jenjang pendidikan di Kecamatan Tegineneng. Mereka menyambut baik arahan serta pembinaan yang diberikan dan berharap agar kegiatan ini dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan madrasah di wilayah Pesawaran. (Bagus/Sinta/Irfan)
Editor : Fadilah
