Pesawaran, Kemenag (Humas) — Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pesawaran, Farid Wajedi, secara resmi membuka kegiatan penyuluhan hukum di Pondok Pesantren (Ponpes) Dinniyah Putri Lampung. Kegiatan yang berlangsung pada hari Kamis, 22 Agustus 2024 di Aula Dinniyah Putri ini bertajuk "Jaksa Masuk Pesantren" dan berfokus pada penyuluhan hukum terkait narkoba, bullying, dan kenakalan remaja.
Kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara Kantor Kemenag Pesawaran dan Kejaksaan Negeri Pesawaran, dengan penyuluhan hukum yang dilakukan oleh Seksi Intel Kejaksaan Negeri Pesawaran. Peserta kegiatan ini adalah para santri Ponpes Dinniyah Putri, yang mendapatkan pemahaman mendalam tentang isu-isu krusial yang kerap dihadapi remaja saat ini.
Dalam sambutannya, Farid Wajedi menyampaikan pentingnya kegiatan ini sebagai salah satu upaya untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada remaja mengenai berbagai permasalahan yang dapat merusak masa depan mereka, seperti narkoba, bullying, dan kenakalan remaja.
"Kegiatan penyuluhan ini merupakan salah satu upaya kita untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang berbagai isu yang sangat penting di kalangan remaja saat ini. Narkoba, bullying, dan kenakalan remaja adalah tiga permasalahan besar yang dapat merusak masa depan generasi muda kita jika tidak ditangani dengan serius," ujar Farid Wajedi.
Ia juga menekankan pentingnya memahami akar penyebab kenakalan remaja, seperti tekanan teman sebaya, kurangnya pengawasan orang tua, pendidikan yang kurang memadai tentang bahaya perilaku menyimpang, serta masalah emosional atau psikologis yang mendasari.
Sebagai masyarakat, lanjutnya, kita memiliki tanggung jawab untuk membantu remaja menghadapi masalah ini. Salah satu pendekatannya adalah dengan memberikan perhatian dan dukungan yang tepat. Komunikasi yang baik antara generasi muda dan orang dewasa juga sangat penting agar remaja merasa nyaman berbicara tentang masalah mereka.
"Remaja perlu diberikan edukasi dan pemahaman yang jelas tentang konsekuensi dari perilaku menyimpang. Keterlibatan aktif dalam kegiatan sosial, olahraga, seni, atau kegiatan positif lainnya dapat membantu mengalihkan perhatian remaja dari perilaku negatif," tambahnya.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Khuzil Afwa Kahuripan, yang turut mendampingi Farid Wajedi. Diharapkan, penyuluhan ini dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada para santri mengenai bahaya narkoba, bullying, dan kenakalan remaja, sehingga mereka dapat menghindari perilaku yang merugikan masa depan mereka. (Bagus/Sinta/Irfan)
Editor : Fadilah
