Lampung, Humas Kanwil Kemenag (Humas) — Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Erwinto, secara resmi membuka Festival Seni Budaya Islam Qasidah Kolaborasi Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2025 yang digelar di Aula Pepadun Kanwil Kemenag Lampung, Kamis (10/07). Kegiatan ini diikuti oleh 12 grup seni qasidah dari berbagai kabupaten/kota se-Provinsi Lampung dengan total 227 peserta.
Dalam sambutannya, Erwinto menekankan pentingnya menjadikan seni sebagai sarana syiar Islam yang membumi dan menyatu dengan nilai-nilai budaya nusantara. Ia juga mengingatkan bahwa perbedaan latar belakang dan keyakinan tidak boleh menghalangi semangat kemanusiaan dan persatuan.
“Baik yang lahir di lingkungan Muslim maupun non-Muslim, semua adalah ciptaan Tuhan. Ruh kita ditiupkan oleh Tuhan yang sama. Maka mari kita muliakan sesama manusia tanpa membedakan asal dan keyakinannya,” tegas Erwinto.
Festival ini merupakan bagian dari program prioritas Kementerian Agama dalam memperkuat dakwah melalui pendekatan budaya dan kesenian. Seni qasidah dipandang sebagai media yang strategis dalam menyampaikan pesan keimanan, ketakwaan, toleransi, dan perdamaian kepada masyarakat luas.
Ketua Panitia Pelaksana, Sofyan Hadi, menyampaikan bahwa tema "Kolaborasi" diangkat untuk mendorong para seniman qasidah berinovasi dalam pengemasan pertunjukan, tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi dan pesan moral Islami.
“Qasidah bukan sekadar hiburan, tetapi juga jembatan spiritual yang menyentuh berbagai kalangan. Melalui kolaborasi, kita ingin menjadikan qasidah lebih relevan, dinamis, dan mampu menjangkau generasi muda,” ujar Sofyan.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Bagian Tata Usaha, para Kepala Bidang, Ketua Tim Kanwil, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, serta para Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Kasi Bimas Islam) se-Provinsi Lampung.
Dewan juri festival terdiri atas unsur Lembaga Seni Qasidah Indonesia (LASQI), Majelis Penyimbang Adat Lampung (MPAL), serta budayawan Lampung. Mereka dipercaya memberikan penilaian secara profesional, objektif, dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas.
Pembukaan festival ditandai dengan prosesi pemukulan gong oleh Plt. Kakanwil Kemenag Lampung, didampingi para pimpinan dan tamu undangan. Acara ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen dalam melestarikan seni budaya Islam. (Mela basyar/Tim Humas)
