Bandar Lampung, Kemenag (Humas) — Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB)
bersama Kampung Kerukunan Kota Bandar Lampung menggelar Bakti Sosial (Baksos)
lintas agama sebagai upaya memperkuat moderasi beragama dan merawat kerukunan
menjelang akhir 2025. Kegiatan yang dipusatkan di Kompleks Xaverius Panjang
Selatan pada Rabu, 10 Desember 2025 ini juga mendukung persiapan masyarakat
dalam menyambut Natal.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, Makmur, menegaskan pentingnya merawat kerukunan yang telah terjaga dengan baik di Kecamatan Panjang, yang memiliki Kampung Kerukunan Adat-Suku dan Kampung Moderasi Beragama. Ia menyebut Panjang sebagai role model kerukunan di Kota Bandar Lampung bahkan Provinsi Lampung karena dialog antartokoh agama berlangsung sejuk dan harmonis. “Rukun itu damai, dan damai itu indah,” ujarnya.
Makmur menyampaikan bahwa Baksos ini bertepatan dengan momentum Natal 2025,
peringatan Hari Amal Bakti ke-80 Kemenag RI, serta rangkaian aksi kerukunan
berupa senam kerukunan, pembersihan rumah ibadah, dan penanaman pohon untuk
menghijaukan lingkungan ibadah dan kawasan kota.
Kegiatan diawali Apel Moderasi Beragama, dilanjutkan pembersihan lima rumah
ibadah—masjid, vihara, pura, gereja Katolik, dan gereja Kristen—serta donor
darah, Sekolah Kerukunan, pasar murah, dan penanaman pohon. Donor darah,
Sekolah Kerukunan, dan pasar murah dipusatkan di Kompleks Xaverius, sementara
pembersihan dan penanaman pohon dilakukan serentak di lokasi masing-masing.
Apel pembukaan juga diisi penyerahan simbolis alat gotong royong serta doa
lintas agama yang dipimpin tokoh Islam, Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, dan
LDII, sebagai wujud komitmen menjaga persaudaraan dan harmoni sosial.
Sebanyak 300 paket sembako disiapkan FKUB dan Kampung Kerukunan untuk dibagikan pekan depan sebagai kelanjutan dukungan sosial menjelang hari besar keagamaan.
Kegiatan dihadiri Ketua FKUB Kota Bandar Lampung, Kepala Kesbangpol
mewakili Wali Kota, perwakilan Danramil dan Kapolsek Panjang, Camat Panjang,
Lurah, perwakilan Bank BRI Cabang Panjang, tokoh agama dari unsur Hindu,
Kristen, LDII, Katolik, Buddha, Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama, keluarga
besar Kemenag Kota Bandar Lampung, bersama Duta Kerukunan ASN, para Kepala KUA,
pelajar Sekolah Kerukunan, serta masyarakat lingkungan binaan kerukunan.
Ketua FKUB menegaskan bahwa Baksos lintas agama ini merupakan bukti kuatnya
kolaborasi antarumat beragama di Kota Bandar Lampung. Kerukunan, ujarnya,
adalah modal utama mewujudkan masyarakat yang harmonis dan mendukung kelancaran
pembangunan.
Kegiatan ini diharapkan menjadi contoh penguatan moderasi beragama yang inklusif, berkelanjutan, dan memperkokoh solidaritas sosial di Kota Bandar Lampung. (Humas)