Tanggamus Kemenag (Humas) –
Semangat baru menyelimuti Gerakan Pramuka Tanggamus. Pada Rabu (11/6),
pelantikan jajaran lengkap pengurus masa bakti 2025–2030 resmi digelar,
mencakup Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab), Kwartir Cabang (Kwarcab), Lembaga
Pemeriksa Keuangan (LPK), hingga Dewan Kerja Cabang (DKC). Kepala Kantor
Kementerian Agama (Kemenag) Tanggamus, Mahmuddin Aris Rayusman, tak hanya
hadir, tetapi juga dilantik sebagai anggota Kwarcab yang baru.
Prosesi pelantikan dipimpin
langsung oleh Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Provinsi Lampung, Chusnunia Chalim
(Nunik), yang juga merupakan anggota DPR RI dari Dapil Lampung. Dalam
sambutannya, ia menekankan pentingnya gerakan Pramuka sebagai ruang strategis
membentuk karakter, kepemimpinan, dan kecintaan terhadap tanah air bagi
generasi muda.
Bupati Tanggamus, Moh. Saleh Asnawi, turut dilantik sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab). Sementara itu, Wakil Bupati Tanggamus, Agus Suranto, resmi menjabat sebagai Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) masa bakti 2025–2030. Ia berkomitmen untuk memperluas kegiatan kepramukaan ke seluruh pelosok daerah, termasuk menggandeng madrasah dan sekolah sebagai pusat gerakan.
Pelantikan juga dihadiri oleh
unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), seperti Dandim, Kapolres,
Kepala Kejaksaan Negeri, serta jajaran Muspika. Kolaborasi lintas sektor ini
dinilai sangat penting untuk membangun gerakan Pramuka yang aktif, tangguh, dan
relevan dengan tantangan zaman.
Kepala Kemenag Tanggamus,
Mahmuddin Aris Rayusman, menyambut kepercayaan sebagai anggota Kwarcab dengan
penuh tanggung jawab. Ia menyatakan bahwa keterlibatan Kemenag dalam
kepengurusan menjadi peluang besar untuk memperkuat pendidikan karakter di
madrasah melalui kegiatan kepramukaan. “Kami siap bersinergi untuk mencetak
generasi yang berakhlak dan berjiwa kepemimpinan,” ujarnya.
Pelantikan ditutup dengan
penandatanganan berita acara dan sesi foto bersama seluruh pengurus baru.
Momentum ini menjadi tonggak awal bagi penguatan gerakan Pramuka Tanggamus yang
lebih inklusif, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi masa depan daerah.
(Fadli/Frans/Mela Basyar)
