Tulang
Bawang, Kemenag (Humas) – Dalam
rangka mempersiapkan kafilah terbaik untuk Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ)
ke-52 tingkat Provinsi Lampung Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulang Bawang
Melalui Seksi Bimbingan Masyarakat Islam menggelar kegiatan pembinaan peserta
MTQ Cabang Syarhil Qur’an dan Hifdzil Qur’an.
Pembinaan
ini berlangsung di Aula Gedung PLHUT, Rabu (11/06/2025) Kegiatan ini dibuka
secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulang Bawang Ahmad
Jalaluddin.
Dalam
laporannya Kasi Bimbingan Masyarakat Islam Mujamil mengatahkan Pembinaan Kafilah kali ini merupakan
perjalanan panjang dari ihktiar Tim Bimas Islam Kantor Kemenag Kab. Tulang
Bawang dalam rangka menghimpun segenap kemampuan dan potensi yang terpendam di
Bumi Nengah Nyapur, Pasca MTQ-51 Tingkat Propinsi Lampung Tahun 2024.
“bentuk Komitmen konkrit bukti nyata
bahwa Kankemenag Kab. Tulang Bawang bukan hanya perduli namun juga turut bertanggung
jawab terhadap pembinaan dan prestasi kafilah MTQ baik ditingkat Kabupaten
apalagi Propinsi,” ungkapnya Mujamil.
Mujamil menjelaskan Peserta Pembinaan
Kafilah Tahun 2025 Kabupaten Tulang Bawang ini berjumlah 50 orang Putra Putri. Adapun
konsentrasi Cabang pada pembinaan ini ada 3 yaitu Cabang Hifzil Quran 14 orang,
Cabang Syarhil Quran 4 Group 12 orang dan Cabang Khottil Quran 4 orang,” jelasnya.
“Pelatih yang akan membina pada Pembinaan
Kafilah ini terdiri dari 2 Kategori yaitu Dewan Hakim Provinsi sebanyak 5 orang dan Dewan Hakim Kabupaten 1 orang,” sambungnya.
Menarik dicatat, beberapa tahun
terakhir kafilah Tulang Bawang belum mampu menembus 10 besar dalam ajang MTQ
tingkat Provinsi Lampung. Salah satu faktor utama adalah keputusan Musyawarah
Daerah (Musda) LPTQ Provinsi Lampung Tahun 2023 yang mewajibkan seluruh peserta
MTQ merupakan putra daerah atau berdomisili di wilayah yang diwakili.
Kebijakan ini mendorong seluruh
kabupaten/kota, termasuk Tulang Bawang, untuk lebih serius membina kafilah dari
daerah sendiri secara mandiri dan berkesinambungan. Saat ini, Kabupaten Tulang
Bawang masih berada pada peringkat 18 besar dalam ajang MTQ tingkat Provinsi
Lampung.
Namun demikian, perlu diakui
bahwa di Tulang Bawang hingga saat ini belum terbentuk ekosistem pembinaan yang
ditopang oleh para pelatih atau pembina yang memiliki padepokan atau tempat
pelatihan khusus. Berbeda dengan beberapa kabupaten lain di Provinsi Lampung
yang telah membangun atmosfer pembinaan yang kuat, konsisten, dan berkelanjutan
melalui lembaga-lembaga pelatihan berbasis komunitas. Karena keterbatasan
sarana dan infrastruktur, tempat pelatihan peserta sementara ini memanfaatkan
Musholla di area Aula Sekretariat Jenderal Kantor Kemenag sebagai lokasi
pembinaan intensif.
Sementara itu Kakankemenag
Jalaluddin mengucapkan selamat datang kepada seluruh
peserta pembinaan, para dewan juri, pelatih, serta tamu undangan yang hadir.
Beliau menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini dan berharap
para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian dengan semangat dan disiplin.
Beliau menyampaikan bahwa
kegiatan pembinaan ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk meningkatkan
kualitas dan kapasitas para peserta yang akan mewakili daerah Kabupaten Tulang
Bawang dalam ajang MTQ yang menjadi salah ajang paling bergengsi di tingkat
regional maupun nasional.
Jalaluddin menegaskan pentingnya regenerasi dalam tilawah
dan pembinaan keagamaan. “Ini bukan hanya melatih teknik, tetapi juga memupuk
semangat, karakter, dan akhlak Qur’ani dalam diri peserta,” tegas Jalaluddin.
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi bentuk
tanggung jawab kita dalam menyiapkan generasi muda Qur’ani yang tidak hanya
mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga memahami, mengamalkan, dan
mampu menyampaikannya secara baik.
Terakhir Jalaluddin berpesan pentingnya sinergi antara
pelatih, dewan juri, orang tua, dan peserta dalam menciptakan ekosistem
pembinaan yang kondusif dan berkelanjutan.
Kegiatan pembinaan ini dihadiri oleh Plh Kasubbag TU, Eviyana, Kabag Kesra Pemkab Tulang Bawang, para Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Tulang Bawang, dan para Dewan Juri.
Editor: Aditya Catur