Tulang Bawang, Kemenag (Humas) - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulang Bawang mengikuti Rapat Virtual Koordinasi Masjid Ramah Pemudik (MRP) yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Selasa (3/3/2026). Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting sebagai bagian dari persiapan jelang Hari Raya Idulfitri 1447 H.
Rapat koordinasi tersebut merupakan agenda nasional yang diikuti oleh Kepala Kantor Kementerian Agama se-Indonesia, pimpinan perguruan tinggi keagamaan Islam, serta jajaran terkait di lingkungan Bimas Islam.
Dalam rakor tersebut, Menag menyatakan bahwa prediksi Hari Raya Idul fitri 1447 H yang diperkirakan jatuh pada 21 Maret 2026 berdasarkan perhitungan hisab dan menunggu keputusan sidang isbat pemerintah. Ijtima diprediksi terjadi pada 19 Maret 2026, sehingga menjadi titik awal penentuan hilal. Hal ini menjadi dasar dalam menyusun skema pelayanan dan kesiapan masjid di seluruh Indonesia.
Melalui Surat Edaran Nomor 2 Tahun 2025, Masjid dihimbau untuk membuka akses selama 24 jam bagi pemudik, khususnya yang berada di jalur mudik. Masjid diharapkan menyediakan fasilitas yang memadai seperti toilet bersih, ketersediaan air wudhu, area parkir aman, serta pengawasan yang baik demi menjaga keamanan dan kenyamanan jamaah.
Tak hanya itu, masjid juga diminta menyediakan ruang istirahat yang layak, ruang laktasi sederhana, serta fasilitas pengisian daya telepon genggam. Penyediaan air minum, makanan ringan, serta pusat informasi seperti lokasi bengkel atau tambal ban turut menjadi perhatian, mengingat mayoritas pemudik menggunakan sepeda motor.
Johan Yusuf menyambut baik program Masjid Ramah Pemudik tersebut. “Kami siap mendukung dan mengimplementasikan kebijakan ini di Tulang Bawang agar masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga tempat singgah yang aman dan nyaman bagi para pemudik,” ujarnya.
Penulis : Aditya
Editor : Abdul Aziz
Fotografer : Dody
