Bandar Lampung, Kemenag (Humas) – Memperingati Hari Bumi 2025, Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bandar Lampung menggelar Gerakan Penanaman 1 Juta Pohon Matoa. yang dipusatkan di lingkungan MTsN 2 Bandar Lampung pada Selasa (22/04/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional Kemenag untuk mendukung pelestarian lingkungan melalui pendekatan ekoteologi, sejalan dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden ke-8 tentang harmoni kehidupan dan toleransi antarumat beragama.
Acara dihadiri oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Bandar Lampung, Eka Afriana, mewakili Wali Kota, Forkopimda, Kepala Kantor Kemenag Makmur, Dandim, Kapolres, Kejaksaan, Dinas Lingkungan Hidup, MUI, Muhammadiyah, PCNU, FKUB, IPARI, Pokjaluh, KUA, kepala madrasah, camat, lurah, tokoh agama, dan masyarakat. Gerakan ini menargetkan penanaman 1.100 pohon matoa di lingkungan Kemenag Kota Bandar Lampung, dengan rincian: 400 pohon di 20 KUA, 360 pohon di 12 MIN, 100 pohon di 2 MTsN, 140 pohon di 2 MAN, dan 100 pohon di Kantor Kemenag.
Dalam sambutannya, Eka Afriana menegaskan pentingnya gerakan ini sebagai aksi nyata melawan pemanasan global, deforestasi, dan pencemaran. “Menanam pohon adalah tindakan kebangsaan untuk harmoni lingkungan dan kehidupan berkelanjutan,” ujarnya. Ia juga memuji kebersamaan lintas agama dalam kegiatan ini, yang mencerminkan toleransi dan kepedulian terhadap alam.
Kepala Kantor Kemenag Kota Bandar Lampung, Makmur, menjelaskan bahwa
gerakan ini merupakan implementasi Surat Edaran Sekretaris Jenderal Nomor 182
Tahun 2025 dan mendukung Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN)
2025-2029. “Pohon matoa yang kita tanam akan menjadi monumen hidup, bukti
komitmen kita untuk bumi yang lebih hijau,” katanya.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB berlangsung meriah dengan partisipasi
aktif berbagai elemen masyarakat. Usai seremoni di MTsN 2, penanaman
dilanjutkan di masing-masing satuan kerja. Wali Kota Bandar Lampung, melalui
Eka Afriana, mengajak dunia pendidikan dan keagamaan menjadikan penghijauan
sebagai budaya demi masa depan yang lebih baik.
“Dari Bandar Lampung, kita sumbangkan oksigen untuk dunia. Mari jaga bumi, rumah kita satu-satunya,” tutup Eka Afriana, menegaskan semangat Hari Bumi 2025. (Mushollin)
