Search

Hadiri Haflah Akhirussanah MA At-Thalibin, Aprizandi Ajak Siswa Lanjut Ke Perguruan Tinggi

hadiri-haflah-akhirussanah-ma-at-thalibin-aprizandi-ajak-siswa-lanjut-ke-perguruan-tinggi
Fotografer: Dewi

Lampung Utara, Kemenag (Humas) -- Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Utara, Aprizandi menghadiri Haflah Akhirussanah Madrasah Aliyah At-Thalibin Tahun Pelajaran 2025/2026 yang diselenggarakan di lingkungan Yayasan El-Qurro, Abung Selatan, Lampung Utara, Rabu (20/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum pelepasan sekaligus apresiasi bagi para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan di jenjang madrasah aliyah.

Dalam sambutannya, Aprizandi menyampaikan bahwa kelulusan merupakan salah satu momen yang membahagiakan sekaligus mengharukan bagi orang tua dan keluarga. Menurutnya, terdapat tiga momen yang sangat berkesan dalam kehidupan orang tua, yakni saat menyambut kelahiran anak, ketika melihat anak menyelesaikan pendidikan, dan saat menyaksikan anak memasuki jenjang pernikahan.

"Hari ini menjadi momen yang mengharukan karena kita melihat anak-anak telah menyelesaikan pendidikan dan sampai pada tahap kelulusan," ujarnya.

Ia juga mengingatkan para siswa agar selalu bersyukur atas pencapaian yang telah diraih. Menurutnya, tidak semua anak memiliki kesempatan untuk menyelesaikan pendidikan hingga tingkat aliyah.

Aprizandi mengajak para lulusan untuk terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi serta memiliki semangat dalam meraih cita-cita.

"Gapailah cita-cita setinggi langit dan lanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Kalian harus bersyukur karena di luar sana belum tentu semua anak dapat menyelesaikan pendidikan hingga tingkat aliyah," katanya.

Ia menambahkan, lulusan madrasah dan pesantren memiliki keunggulan tersendiri karena tidak hanya dibekali ilmu pengetahuan, tetapi juga pendidikan agama dan akhlak.

"Madrasah, terlebih pesantren, penuh dengan ilmu agama. Anak-anak yang diwisuda hari ini insyaallah memiliki akhlakul karimah," ucapnya.

Sementara itu, Pengasuh Yayasan El-Qurro yang juga menjabat sebagai Kasubbag Tata Usaha Kementerian Agama Lampung Utara, Nang Sukarman, menekankan pentingnya adab dalam kehidupan santri.

Ia menyampaikan bahwa adab harus ditempatkan di atas ilmu pengetahuan. Menurutnya, santri tidak hanya dituntut memiliki ilmu, tetapi juga menjaga hubungan dengan pondok pesantren dan para guru.

Nang Sukarman menjelaskan terdapat dua jenis santri, yakni santri mutthasil yang tetap terhubung dengan pondok pesantren dan selalu mengingat tempat menimba ilmu ketika telah meraih kesuksesan, serta santri munfashil yang hubungannya terputus dengan pondok dan hanya datang ketika memiliki kepentingan tertentu.

Ia berharap para lulusan dapat menjadi santri yang terus menjaga silaturahmi, saling mendoakan, dan mempertahankan hubungan baik dengan pondok pesantren serta para guru. Pungkas Nang(Dewi/Lisa)


Editor: Kevin
Copyright : Datin Kanwil