Lampung Utara, Kemenag (Humas) - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Utara, Totong Sunardi, menghadiri Seminar Nasional bertajuk How To Be a Great Teacher yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Lampung Utara, Senin (2/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Pusiban Agung Kotabumi tersebut digelar dalam rangka mendukung program pemerintah terkait implementasi kurikulum nasional, dengan mengusung tema “Pengajar Belum Tentu Mengajar, tapi Mampu Menginspirasi.”
Dalam sambutannya, Totong Sunardi menegaskan bahwa seorang pendidik sejatinya harus mencurahkan seluruh pikiran, jiwa, dan raga untuk peserta didik. Menurutnya, kehadiran guru di ruang kelas harus diiringi dengan fokus dan komitmen penuh dalam proses pembelajaran.
“Seorang pendidik memang seharusnya memusatkan pikiran serta jiwa raganya untuk anak didik. Jangan sampai raganya berada di RA, MI, MTs, atau MA, tetapi pikirannya melayang dan tidak fokus. Harapannya, kondisi seperti ini tidak terjadi pada kita semua,” ujar Totong.
Ia menilai tema seminar sangat relevan dengan realitas dunia pendidikan saat ini, terutama dalam kaitannya dengan penerapan kurikulum nasional. Totong menekankan pentingnya inovasi dan adaptasi guru terhadap perkembangan zaman, termasuk di era kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
“Sebagai pendidik, kita harus terus berinovasi mengikuti perkembangan zaman. Di era AI ini, guru dituntut untuk memahami dan memanfaatkan kemajuan teknologi. Jangan sampai raganya ada di kelas, tetapi pikirannya ke mana-mana,” katanya.
Totong juga menyebut seminar ini sebagai upaya positif dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas guru di lingkungan Kemenag Lampung Utara.
Dalam kesempatan tersebut, Totong turut menyinggung pentingnya penguatan kompetensi guru, yang meliputi kompetensi pedagogik, sosial, dan profesional. Menurutnya, kompetensi profesional, khususnya pengembangan diri, menjadi kunci agar metode pembelajaran tidak tertinggal oleh zaman.
“Kita perlu terus mengembangkan diri agar cara mengajar berbeda dan lebih relevan dibandingkan metode pembelajaran pada masa lalu,” tambahnya.
Pada kegiatan ini Kepala Kemenag Lampung Utara menerima penghargaan dari Syafii Efendi selaku President BRICS Youth Forum Indonesia, sebagai Best Collaboration.
Seminar nasional ini diikuti oleh sekitar 1. 500 guru madrasah di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Lampung Utara. Totong pun menyampaikan apresiasi kepada panitia, narasumber, pelaksana kegiatan, serta seluruh peserta yang telah berkontribusi menyukseskan acara tersebut.(Dewi/Andi/Lisa)
