Tulang Bawang Barat, Kemenag (Humas) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Tulang Bawang Barat H. Yulizar Andri, S.T., M.Ag., menghadiri Silaturahmi Pimpinan Pondok Pesantren Tubaba dengan tema “Merawat Bersama Marwah Pondok Pesantren Menuju Kemandirian Ekonomi dan Daya Saing Global”, yang digelar Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kabupaten Tulang Bawang Barat, Kamis (23/7/2026), di Aula Cafe Kulon Rowo, Pulung Kencana. Dengan didampingi oleh Kepala Seksi Pendidikan Islam Hj. Nuning Herwiyati, M.Pd.I. Giat ini dihadiri pengurus FKPP Tubaba dan pimpinan dari 43 pondok pesantren se-Tulang Bawang Barat.
Dalam sambutannya, Yulizar mengingatkan bahwa keberadaan pesantren kini diperkuat secara hukum melalui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, yang mengamanatkan tiga fungsi utama: pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. "Pesantren bukan hanya bertugas mencetak sumber daya manusia yang menguasai ilmu agama, tetapi juga yang berakhlak mulia serta mandiri secara ekonomi dan sosial," ujar Yulizar.
Terkait EMIS, Yulizar menekankan bahwa validitas data menjadi syarat mutlak legalitas operasional pesantren sekaligus akses bantuan pemerintah seperti BOS, PIP, dan insentif ustadz. Ia meminta setiap pesantren menunjuk operator EMIS yang kompeten dan memutakhirkan data secara berkala. Selain EMIS, ia juga memaparkan aplikasi pendukung administrasi lain, yakni Sitren untuk perizinan operasional, Simba untuk pengajuan bantuan, dan Sikap untuk pendataan tenaga pendidik.
Yulizar turut mengajak FKPP dan seluruh pondok pesantren mendukung program Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2026 bagi santri, sejalan dengan semangat mewujudkan pesantren yang ramah dan peduli terhadap tumbuh kembang anak. Ia menutup sambutannya dengan ajakan memperkuat ukhuwah islamiyah demi kemajuan pesantren di Tulang Bawang Barat. "Maju pesantrennya, berkah daerahnya, mulia santrinya," tutupnya. (Sekar)