Lampung Tengah, Kemenag (Humas)- Semangat pengabdian dan keteguhan iman terlihat dalam perayaan Hari Suci Galungan yang dilaksanakan umat Hindu di tengah cuaca hujan yang mengguyur wilayah Kampung Karang Endah, Kecamatan Terbanggi Besar, Rabu (17/6/2026). Momentum suci tersebut diwarnai pelaksanaan persembahyangan bersama yang dihadiri sekaligus diisi pembinaan keagamaan oleh Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Lampung Tengah, I Ketut Ginada, S.Pd., S.H.
Perayaan yang dipusatkan di Pura Tunjung Sweta itu diikuti umat Hindu se-Kecamatan Terbanggi Besar sebagai bentuk bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sekaligus ungkapan syukur atas makna Hari Suci Galungan yang melambangkan kemenangan Dharma (kebenaran) melawan Adharma (kejahatan).
Meski cuaca kurang bersahabat, kondisi tersebut tidak mengurangi semangat umat untuk hadir dan mengikuti seluruh rangkaian persembahyangan dengan penuh kekhusyukan. Suasana religius begitu terasa ketika doa-doa dipanjatkan bersama sebagai wujud penguatan spiritual serta rasa syukur atas berbagai anugerah kehidupan.
Dalam kesempatan tersebut, I Ketut Ginada memberikan Dharma Wacana kepada umat yang hadir. Ia menekankan pentingnya susila atau etika sebagai fondasi utama dalam mengimplementasikan ajaran Agama Hindu dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, keberhasilan seseorang dalam menjalankan ajaran agama tidak hanya diukur dari banyaknya ritual atau upacara keagamaan yang dilaksanakan, tetapi juga tercermin dari sikap, perilaku, dan cara berinteraksi dengan sesama sesuai nilai-nilai Dharma.
"Susila merupakan pedoman bagi umat Hindu dalam berpikir, berkata, dan berbuat baik. Ketika etika dijalankan dengan benar, maka kehidupan akan menjadi lebih harmonis, baik dalam keluarga, lingkungan masyarakat, maupun dalam hubungan spiritual dengan Tuhan," ungkapnya.
Ia juga mengajak umat Hindu untuk menjadikan Hari Suci Galungan sebagai momentum introspeksi diri serta memperkuat pengendalian diri terhadap berbagai sifat negatif yang dapat menjauhkan manusia dari jalan Dharma.
"Galungan mengajarkan kita tentang kemenangan kebaikan atas keburukan. Karena itu, momentum ini harus menjadi pengingat bagi setiap umat untuk terus membangun karakter yang baik, menjaga toleransi, serta memperkuat kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat," tambahnya.
Kegiatan persembahyangan dan Dharma Wacana berlangsung lancar dan penuh kekhidmatan. Umat yang hadir tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sebagai bagian dari upaya memperdalam pemahaman serta pengamalan ajaran Agama Hindu secara utuh dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui momentum Hari Suci Galungan, diharapkan umat Hindu semakin mantap menjalankan ajaran Dharma, memperkuat nilai spiritual, serta terus berkontribusi menjaga harmoni sosial dan kerukunan di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.