Lampung (Humas) --- Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung bersama Institut Teknologi Sumatera melaksanakan pengamatan hilal penentuan awal Bulan Dzulhijjah 1447 Hijriah di Rooftop Gedung Kuliah Umum 2 ITERA, Minggu (17/5/2026).
Kegiatan rukyatul hilal tersebut dihadiri Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag Lampung, Fikri Yulian, yang mewakili Kepala Kanwil Kemenag Lampung, Zulkarnain. Turut hadir unsur Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Pengadilan Agama, organisasi kemasyarakatan Islam, akademisi, serta Tim Pusat Observatorium Astronomi ITERA Lampung (OAIL).
Pengamatan hilal dilakukan sebagai bagian dari pemantauan hilal serentak yang dilaksanakan Kementerian Agama Republik Indonesia di 88 titik lokasi di seluruh Indonesia. Di Provinsi Lampung, pemantauan awal Dzulhijjah tahun ini dipusatkan di Kampus ITERA.
Berdasarkan hasil perhitungan astronomi Tim OAIL, posisi hilal di wilayah Lampung telah memenuhi kriteria visibilitas hilal Neo MABIMS, yakni tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.
Data hisab menunjukkan saat matahari terbenam pukul 17.52 WIB, posisi Bulan berada pada ketinggian +04̢̮â¬Å¡Ãâð33'11" dengan elongasi +09̢̮â¬Å¡Ãâð30'27". Sementara azimut Bulan tercatat pada +296̢̮â¬Å¡Ãâð58'09". Bulan diperkirakan terbenam pada pukul 18.19 WIB.
Tim OAIL menyebutkan posisi hilal tersebut sudah cukup tinggi sehingga berpotensi dapat teramati.
"Posisi ini sudah memenuhi kriteria visibilitas hilal Neo MABIMS. Bulan juga berada cukup tinggi di atas ufuk sehingga hilal berpotensi teramati," demikian keterangan dalam rilis resmi OAIL.
Dalam pelaksanaannya, pengamatan hilal dilakukan menggunakan empat instrumen utama, yakni Teropong Hilal Ganda (Ojanscope), Baride Optics A-102, Utopia III, dan Refraktor Lunt80 ED.
Meski demikian, kondisi cuaca di lokasi pengamatan diperkirakan berpotensi berawan hingga hujan ringan pada rentang waktu pengamatan pukul 17.00-19.00 WIB.

Dalam sambutannya, Fikri Yulian menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang tetap hadir dan bersinergi dalam pelaksanaan rukyatul hilal meski berlangsung pada masa libur panjang.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya ITERA, Pengadilan Agama, Pemerintah Daerah Lampung Selatan, organisasi masyarakat Islam, dan seluruh tim rukyat yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini," ujar Fikri.
Ia menjelaskan, rukyatul hilal merupakan salah satu tugas dan fungsi Kementerian Agama yang rutin dilaksanakan menjelang awal Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah. Dalam pelaksanaannya, Kementerian Agama berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari Pengadilan Agama, ormas Islam, hingga perguruan tinggi.
"Penentuan awal Dzulhijjah sangat penting karena berkaitan langsung dengan pelaksanaan ibadah besar umat Islam, seperti puasa Arafah dan Idul Adha. Karena itu, prosesnya dilakukan secara cermat, terukur, dan penuh kehati-hatian," kata Fikri.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menunggu hasil resmi Sidang Isbat pemerintah serta menjaga suasana kondusif dan persatuan di tengah perbedaan metode penentuan kalender hijriah.
"Kami mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menunggu hasil resmi Sidang Isbat dan tetap menjaga ukhuwah, persatuan, serta saling menghormati perbedaan yang ada," ujarnya.
Fikri berharap hasil rukyatul hilal dari Provinsi Lampung dapat memberikan kontribusi penting dalam Sidang Isbat penetapan awal Dzulhijjah 1447 H tingkat nasional.
"Kita berharap seluruh rangkaian ibadah di bulan Dzulhijjah tahun ini berjalan dengan aman, damai, dan penuh keberkahan," katanya. (Humas)
