Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

Hj. Ika Sartika Dilantik sebagai Bunda Inklusi, Perkuat Komitmen Pendidikan Ramah Anak di Tanggamus

Rabu, 11 Februari 2026 Humas Tanggamus
Hj. Ika Sartika Dilantik sebagai Bunda Inklusi, Perkuat Komitmen Pendidikan Ramah Anak di Tanggamus
Humas Tanggamus
Humas Tanggamus

Tanggamus Kemenag (Humas) -- Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus Hj. Ika Sartika, resmi dilantik dan disematkan sebagai Bunda Inklusi Kabupaten Tanggamus dalam kegiatan Penyematan Bunda Inklusi Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung Tahun 2026. Acara tersebut digelar di Ballroom Krakatau Swiss-Belhotel Lampung, Rabu (11/02/2026), dan dihadiri para Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota, Ketua DWP se-Lampung, serta pengurus Forum Pendidik Madrasah Inklusi (FPMI) Provinsi Lampung.

Hj. Ika Sartika, menegaskan bahwa kehadiran Bunda Inklusi di setiap kabupaten/kota menjadi bagian penting dalam memperkuat layanan pendidikan inklusif di madrasah. Peran tersebut diharapkan mampu mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang ramah anak, nondiskriminatif, dan memberi ruang yang setara bagi seluruh peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus.

Sebagai Bunda Inklusi Kabupaten Tanggamus, Hj. Ika Sartika menyatakan komitmennya untuk bersinergi dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus dan seluruh pemangku kepentingan. Ia menilai pendidikan inklusif bukan sekadar program, melainkan gerakan bersama untuk memastikan setiap anak memperoleh hak pendidikan yang layak dan bermartabat. DWP Kemenag Tanggamus, menurutnya, siap mendukung penguatan madrasah inklusi melalui pendampingan, sosialisasi, dan kolaborasi lintas sektor.

Dengan dilantiknya Hj. Ika Sartika, Kabupaten Tanggamus diharapkan semakin optimal dalam mengembangkan madrasah inklusi yang adaptif dan berkeadilan. Kegiatan ini menjadi momentum penting memperkuat komitmen bersama Kementerian Agama dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif, berdaya, dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat di Provinsi Lampung.(Frans/Mela basyar)