Lampung, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pringsewu turut ambil bagian dalam Festival Pesantren VIII 2024 yang digelar di Ma'had al-Jami'ah UIN Raden Intan Lampung pada 17-18 Oktober 2024.
Festival yang diselenggarakan sebagai rangkaian perayaan Hari Santri Nasional ini mengusung tema "Integrasi Nilai Keislaman Dalam Akulturasi Kebudayaan" dan diikuti oleh santri dari berbagai pesantren di wilayah Lampung.
Dalam festival ini, MAN 1 Pringsewu mengirimkan delegasinya untuk bersaing di empat cabang lomba, yaitu Hadrah, Pidato Bahasa Arab, Video Kreatif, dan Kaligrafi Kontemporer.
Guru pendamping peserta H. Triyanto mengungkapkan bahwa persiapan yang dilakukan siswa-siswi MAN 1 Pringsewu sudah berjalan dengan baik. Mereka siap memberikan penampilan terbaik di setiap cabang yang diikuti.
"Persiapan sudah dilakukan dengan matang. Saya optimis anak-anak akan tampil maksimal dan dapat kembali mengharumkan nama madrasah seperti yang pernah kita raih di festival ini sebelumnya," ujarnya.
Sementara Kepala MAN 1 Pringsewu, Fathul Bari, berharap para peserta dari MAN 1 Pringsewu dapat memberikan yang terbaik dalam setiap cabang lomba yang diikuti.
“Partisipasi ini merupakan kesempatan bagi siswa-siswi untuk mengembangkan bakat serta memperdalam wawasan keislaman mereka dalam konteks kebudayaan. Kami berharap mereka bisa tampil maksimal dan membawa prestasi bagi madrasah,” ujarnya.
Menurutnya, festival ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana bagi santri untuk berinteraksi dan berbagi pengalaman dengan peserta lain dari berbagai daerah. Dengan demikian, selain meraih prestasi, para santri diharapkan dapat menumbuhkan semangat persatuan dan kerjasama antar sesama.
Acara ini dimeriah dengan berbagai kegiatan pendukung seperti Food & Fashion Festival, yang memperlihatkan integrasi nilai-nilai Islami dengan perkembangan budaya dan tren modern.
Festival Pesantren VIII ini dibuka oleh Rektor II UIN Raden Intan Lampung, Safari Daud, yang berharap acara ini dapat mempererat ukhuwah Islamiyah dan memperkaya budaya Islami di kalangan santri.
"Festival ini adalah ajang untuk memperlihatkan bagaimana nilai-nilai keislaman dapat berakulturasi dengan budaya lokal tanpa meninggalkan identitas keagamaan," ujarnya dalam sambutan pembukaan.
Kegiatan ini diikuti oleh 570 peserta dari 65 kontingen se-Provinsi Lampung.
Muhammad Faizin