Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Madrasah

Jaga Sikap dan Ucapan, Cerminan Pelajar Baik dan Mulia

Senin, 12 Agustus 2024 Muhammad Faizin
Jaga Sikap dan Ucapan, Cerminan Pelajar Baik dan Mulia
Muhammad Faizin
Muhammad Faizin

Pringsewu, Di era modern saat ini sangat penting bagi para pelajar untuk menjaga sikap dan ucapan, terutama dalam pergaulan sehari-hari di lingkungan madrasah.

"Etika dan sopan santun adalah cerminan diri kita. Sikap hormat kepada guru dan sesama teman merupakan dasar yang harus selalu dijaga,” kata Diah Ayu Pratiwi Pembina Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) saat menjadi pembina  upacara bendera rutin di lapangan madrasah, Senin (12/8/2024).

“Sebagai pelajar, kalian harus mampu menunjukkan sikap yang baik, baik di dalam maupun di luar kelas," imbuhnya.

Lebih dari itu sikap santun dan ucapan yang baik tidak hanya mencerminkan kepribadian individu, tetapi juga citra madrasah. “Ketika kalian berbicara atau berinteraksi dengan guru-guru, tunjukkan sikap yang sopan dan penuh hormat,” imbaunya.

“Ini bukan hanya sekadar aturan, tapi juga bagian dari nilai-nilai akhlakul karimah yang harus kalian pegang teguh sebagai siswa MAN 1 Pringsewu," tambahnya.

Dalam Islam lanjutnya, dalam Islam, sopan santun dan menghormati orang tua adalah ajaran yang sangat ditekankan. Di madrasah, guru adalah orang tua yang mendidik pelajar agar bisa lebih baik, memiliki akhlak mulia.

“Ucapan atau tindakan yang menyakiti perasaan orang tua sangat dilarang dalam Islam. Bahkan, mengatakan “ah” sebagai bentuk keluhan dianggap sebagai dosa,” jelasnya.

Dalam Islam, kita diajarkan untuk berbicara dengan lembut dan penuh hormat kepada mereka. Ini merupakan salah satu bentuk bakti kepada orang tua selain dengan mendoakan mereka, baik ketika mereka masih hidup maupun setelah meninggal dunia. 

Dalam Islam juga, anak harus mengedepankan ketaatan kepada orang tua. Mereka wajib mematuhi perintahnya selama perintah mereka tidak bertentangan dengan perintah Allah. Jika mereka memerintahkan untuk berbuat maksiat atau menyekutukan Allah, maka tidak boleh ditaati, tetapi tetap harus diperlakukan dengan hormat.

“Dengan mengikuti ajaran-ajaran ini, seorang Muslim akan menjalankan kehidupan yang penuh dengan berkah dan rahmat dari Allah, serta menjaga hubungan harmonis dengan orang tua dan juga guru sebagai orang tua di madrasah,” pungkasnya.