Lampung (Humas) --- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Zulkarnain, mengajak seluruh umat beragama memperkuat kerukunan, keharmonisan, dan kedamaian menjelang peringatan Hari Suci Waisak 2570 BE/Tahun 2026. Ajakan tersebut disampaikan saat memberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi Vesakha Sananda, Senin (13/4/2026), di Aula Pepadun kantor setempat.
Zulkarnain
mengapresiasi sinergi umat Buddha dengan Kementerian Agama yang selama ini
dinilai berjalan baik. Ia menyebut umat Buddha kerap terlibat aktif dalam
berbagai kegiatan keagamaan maupun sosial.
“Saya
mengucapkan terima kasih atas sinergi yang luar biasa. Di berbagai momentum
keagamaan, umat Buddha selalu hadir dan berkontribusi,” ujarnya.
Ia juga
menyoroti nilai-nilai luhur dalam ajaran Buddha, seperti cinta kasih (metta) dan belas kasih (karuna),
yang menurutnya sejalan dengan nilai universal semua agama.
Menurut
Zulkarnain, peringatan Waisak tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi
juga momentum untuk menebarkan kebaikan tanpa memandang perbedaan latar
belakang.
“Melalui
Waisak, kita diajak untuk menebar kebaikan kepada semua makhluk tanpa
membedakan apa pun,” kata dia.
Selain itu,
ia mendorong agar rangkaian kegiatan Waisak tidak hanya berfokus pada aspek spiritual,
tetapi juga memberi dampak sosial. Kegiatan seperti bakti sosial, donor darah,
layanan kesehatan, hingga aksi peduli lingkungan diharapkan menjadi bagian dari
perayaan.
Zulkarnain
juga menekankan pentingnya konsep ekoteologi yang menjadi salah satu prioritas
Kementerian Agama, yakni mendorong umat beragama untuk menjaga kelestarian
lingkungan.
Ia menilai
berbagai bencana alam yang terjadi di sejumlah daerah tidak terlepas dari
kurangnya kesadaran dalam merawat alam.
“Semua agama mengajarkan kebaikan, termasuk menjaga alam. Jika ini dijalankan, maka kedamaian dan kebahagiaan akan terwujud,” ujarnya.
Lebih lanjut,
ia menyinggung kondisi global yang tengah diliputi konflik di sejumlah negara
yang berdampak pada berbagai sektor, termasuk ekonomi. Karena itu, ia mengajak
seluruh umat untuk terus menanamkan nilai-nilai damai dalam kehidupan
sehari-hari.
Zulkarnain
menambahkan, rangkaian peringatan Waisak di Lampung akan berlangsung sepanjang
Mei 2026 dengan tetap memperhatikan aspek keamanan, ketertiban, dan kenyamanan
bersama.
Menutup
sambutannya, ia mengajak seluruh umat menjadikan Waisak sebagai momentum
memperkuat persatuan dan kebersamaan sebagai warga bangsa.
“Semoga semua
makhluk berbahagia. Mari kita jadikan Waisak sebagai momentum memperkuat
kerukunan dan kedamaian,” katanya.
Sementara
itu, Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Puji Purwaningsih mengatakan
kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut Surat Edaran Direktur
Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Nomor 106 Tahun 2026 tertanggal 30 Maret
2026 tentang Kegiatan Vesakha Sananda 2570 BE/Tahun 2026.
Ia
menjelaskan, kegiatan ini bertujuan mensosialisasikan surat edaran tersebut
sebagai acuan pelaksanaan, sekaligus mengoptimalkan program prioritas Menteri
Agama melalui kegiatan keagamaan Buddha.
Selain itu,
kegiatan ini juga diharapkan mempererat sinergi antara pemerintah, lembaga
keagamaan, tokoh agama, dan umat, serta mendorong internalisasi nilai-nilai
Buddhasasana dalam kehidupan bermasyarakat.
“Harapannya
dapat mewujudkan umat Buddha yang berkarakter, harmonis, dan berintegritas,
serta meningkatkan partisipasi aktif dalam kegiatan keagamaan yang memperkuat
persatuan dan kepedulian sosial,” ujarnya.
Puji
menambahkan, rangkaian Vesakha Sananda akan berlangsung pada 1–31 Mei 2026,
dengan puncak peringatan detik-detik Waisak pada 31 Mei 2026 pukul 15.44.44
WIB.
Adapun peserta yang terlibat dalam kegiatan tersebut sebanyak 23
orang yang terdiri dari perwakilan organisasi keagamaan Buddha, termasuk
Walubi, Permabudhi, majelis, lembaga keagamaan, serta unsur penyuluh dan
organisasi terkait. (Humas)
Penulis : Anggithya
Fotografer : Aziz/ Aditya
