Bandar Lampung, Kemenag (Humas) --- Kepala Kantor Kementerian Agama (Ka KanKemenag) Kota Bandar Lampung, Makmur, membuka Kegiatan Diseminasi Pandai Berhitung dengan Metode Gasing bagi seluruh guru matematika KKM MTs Negeri 2 Bandar Lampung pada Rabu (25/09/2024)
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Bandar
Lampung, Nasron, Pengawas Madrasah Wiladi Widodo, serta Waka Kurikulum Hendri
Setia Budi. Sebanyak 30 guru matematika dari 13 KKM Madrasah Tsanawiyah se-Kota
Bandar Lampung turut serta dalam acara ini.
Dalam sambutannya, Nasron selaku Ketua KKM Madrasah Tsanawiyah menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Program Metode Gasing yang telah dilaksanakan di tingkat Provinsi Lampung beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Ka KanKemenag Makmur dalam amanahnya menegaskan bahwa salah
satu tujuan Kementerian Agama adalah menciptakan sistem pendidikan yang
berkualitas. Menurutnya, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk mewujudkan
hal tersebut.
“Syarat pertama adalah guru yang berkualitas, yang selalu memperbarui
pengetahuannya, berinovasi, profesional, dan disiplin,” ujarnya.
Syarat kedua, lanjut Makmur, adalah kurikulum yang terintegrasi dan
tersusun dengan baik. Syarat ketiga adalah fasilitas yang memadai, baik dari
segi sarana maupun prasarana, yang sangat penting dalam menunjang kelancaran
proses pembelajaran.
Selain itu, Makmur juga menekankan pentingnya media pembelajaran yang
modern serta dukungan psikologis dan emosional bagi para siswa agar tercipta
suasana belajar yang menyenangkan.
“Metode Gasing bukan hanya sekedar mengasikkan, tapi juga menyenangkan,” kata Makmur.
Ia juga menekankan perlunya keseimbangan antara kurikulum dan kegiatan
ekstrakurikuler agar minat dan bakat siswa dapat tersalurkan secara positif.
Terakhir, Makmur menyebutkan pentingnya membangun kemitraan dengan berbagai
sektor melalui kerja sama (MoU) untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, diharapkan madrasah di Kota Bandar Lampung tidak hanya setara dengan madrasah lain, tetapi juga dapat lebih berkualitas. (Mushollin)
Editor : Fadilah