Way Kanan, Kemenag -- (Humas) Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Ali Sholihin menegaskan pentingnya memahami dan mengamalkan Rukun Agama dalam kegiatan Kajian Ramadhan Kemenag Way Kanan, Senin (17/3/2025). di Aula Amal Bhakti.
Dalam tausiahnya, ia menyoroti bahwa rukun agama yang
terdiri dari Rukun Iman, Rukun Islam, dan Rukun Ihsan harus menjadi pegangan
utama dalam menjalani kehidupan.
"Beribadahlah kepada Allah seakan-akan engkau
melihat-Nya, atau yakinlah bahwa Allah selalu melihat kita," tegasnya.
Beragama tidak cukup hanya sebatas ritual, tetapi harus diiringi dengan
kesadaran spiritual yang mendalam.
Ali Sholihin juga menekankan bahwa pemahaman agama yang
benar harus bersifat menyeluruh. "Belajar agama harus sempurna, karena ini
bukan hanya soal ibadah, tetapi juga menjadi pedoman dalam kehidupan
sosial," ujarnya.
Ia menilai bahwa pemahaman yang setengah-setengah bisa
menyesatkan dan menimbulkan kesalahan dalam berpraktik.
Menurutnya, pelaksanaan rukun agama tidak bisa dilepaskan
dari ilmu fiqih, Al-Qur’an, hadits, dalam penerapannya pada kehidupan
sehari-hari.
"Tanpa ilmu,
ibadah bisa keliru. Tanpa pemahaman yang benar, hidup bisa kehilangan
arah," tambahnya, menegaskan bahwa rukun agama adalah fondasi utama hingga
akhir hayat.
Kasi PHU mengajak seluruh hadirin untuk terus berbenah dan
memperbaiki kualitas keimanan mereka. "Mari kita berupaya memperbaiki
rukun agama masing-masing. Ini bukan sekadar kewajiban, tetapi kebutuhan agar
hidup kita lebih bermakna dan terarah," ajaknya.
Kajian Ramadhan ini dihadiri oleh jajaran pejabat dan pegawai Kemenag. Hal tersebut menunjukkan komitmen untuk, menjadikan momentum Ramadhan sebagai ajang refleksi dan peningkatan spiritualitas. (Humas)
Editor : Fadilah