Bandar Lampung, Kemenag (Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kota Bandar Lampung, Drs. H. Makmur, M.Ag, didampingi Kepala Subbagian Tata Usaha, Kasimun, dan Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Said Karimin, menerima audiensi Pengurus Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kota Bandar Lampung pada Rabu, 4 Juni 2025, pukul 08.30 WIB, di ruang kerja Kakan Kemenag.
Dalam audiensi, IPM melaporkan kinerja setengah periode kepengurusan yang telah melaksanakan 28 kegiatan di berbagai bidang, termasuk organisasi, perkantoran, kajian dakwah Islam (KDI), ilmu pengetahuan, kewirausahaan, koordinasi, advokasi, dan kebudayaan. Salah satu program unggulan adalah kegiatan kebudayaan tiga minggu lalu yang bertujuan menanamkan nilai-nilai budaya Lampung kepada pelajar. Makmur mengapresiasi capaian ini, menegaskan peran IPM sebagai organisasi kaderisasi yang mampu mencetak “bintang-bintang” di antara 4.000 anggotanya melalui pendekatan formal, nonformal, dan informal. Ia juga menegaskan komitmen Kemenag untuk terus mendukung IPM agar memberikan dampak positif bagi pelajar dan masyarakat Lampung.
Audiensi ini juga membahas persiapan Konferensi Pimpinan Daerah (Konpida) IPM Kota Bandar Lampung yang akan digelar pada Jumat, 13 Juni 2025, pukul 13.00 WIB, di Gedung Pimpinan Wilayah Aisyiyah Provinsi Lampung, Jl. Tulang Bawang No. 13, Enggal, Kota Bandar Lampung. Bertema “Membangun Kepemimpinan Berdampak: Rise with Ideas, March with Purpose”, Konpida bertujuan mengevaluasi program, konsolidasi kepengurusan, dan merumuskan kebijakan yang lebih efektif. Makmur menyarankan agar Konpida fokus pada evaluasi dan konsolidasi, serta menghindari pengurus yang hanya mencantumkan nama tanpa kontribusi. IPM mengundang seluruh pengurus, anggota, dan mitra untuk hadir dalam acara tersebut.
Menghadapi tantangan modern, Makmur mendorong IPM untuk memperkuat program KDI dengan pendekatan kekinian, seperti promosi moderating beragama dan toleransi melalui konten digital. “Kemenag siap mendukung IPM dalam mengembangkan program relevan, seperti kampanye toleransi atau dakwah berbasis media sosial,” ujarnya. Ia juga mengusulkan kolaborasi dengan Kemenag untuk kegiatan seperti pelatihan dai muda dan dialog antaragama. (Mushollin)
Editor : Fadilah