Bandar Lampung, Kemenag (Humas) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, Erwinto, menegaskan pentingnya implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang selaras dengan moderasi beragama dan ekoteologi sebagai fondasi pembentukan karakter peserta didik menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045. Penegasan tersebut disampaikan saat memberikan amanah dan materi pada Workshop Implementasi KBC dan Ekoteologi bagi guru MI se-Kota Bandar Lampung, Rabu, (04/02/2026).
Menurut Erwinto, Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) merupakan ikhtiar strategis
Kementerian Agama untuk mewujudkan masyarakat yang tidak hanya unggul secara
intelektual, tetapi juga matang secara emosional, spiritual, dan sosial.
Melalui pendidikan madrasah, KBC diarahkan untuk melahirkan generasi yang
berakhlak, toleran, peduli lingkungan, serta memberi kemaslahatan bagi
kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan implementasi KBC ditandai dengan
terinternalisasinya nilai cinta, moderasi beragama, dan kepedulian ekologis
dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, guru memiliki peran strategis
sebagai agen perubahan dalam mentransformasikan nilai-nilai tersebut ke dalam
praktik pendidikan sehari-hari di madrasah, sejalan dengan program Kemenag
Berdampak dan Asta Protas Kementerian Agama.
Lebih lanjut, Erwinto menjelaskan bahwa KBC merupakan pendekatan pendidikan yang menempatkan cinta, empati, dan nilai kemanusiaan sebagai fondasi utama pembelajaran. KBC tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter, moral, serta relasi yang sehat antara pendidik, peserta didik, dan lingkungan sekolah, yang tercermin melalui pembelajaran humanis, meningkatnya rasa aman dan empati peserta didik, serta terwujudnya iklim sekolah yang harmonis, inklusif, dan berbudaya gotong royong.
Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Ekoteologi ini
diselenggarakan oleh Madrasah Ibtidaiyah Bandar Lampung dan diikuti oleh 340
guru MI yang tergabung dalam Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MI se-Kota Bandar
Lampung. Kegiatan berlangsung di Soeltan Luxe Hotel Sultan/Nusantara, Bandar
Lampung.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru Mi mampu menguatkan pemahaman dan keterampilan dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta secara utuh, sehingga madrasah tidak hanya menjadi pusat transfer pengetahuan, tetapi juga pusat pembentukan karakter dan peradaban. Kegiatan workshop ditutup langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung. (Humas)
Editor: Fadilah