Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

Kakan Kemenag, Tekankan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Ekoteologi Selaras Moderasi Beragama untuk Wujudkan Generasi Berkarakter

Rabu, 04 Februari 2026 Humas Bandar Lampung
Kakan Kemenag, Tekankan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Ekoteologi Selaras Moderasi Beragama untuk Wujudkan Generasi Berkarakter
Humas Bandar Lampung
Humas Bandar Lampung

Bandar Lampung, Kemenag (Humas) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, Erwinto, menegaskan pentingnya implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang selaras dengan moderasi beragama dan ekoteologi sebagai fondasi pembentukan karakter peserta didik menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045. Penegasan tersebut disampaikan saat memberikan amanah dan materi pada Workshop Implementasi KBC dan Ekoteologi bagi guru MI se-Kota Bandar Lampung, Rabu, (04/02/2026).


Menurut Erwinto, Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) merupakan ikhtiar strategis Kementerian Agama untuk mewujudkan masyarakat yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional, spiritual, dan sosial. Melalui pendidikan madrasah, KBC diarahkan untuk melahirkan generasi yang berakhlak, toleran, peduli lingkungan, serta memberi kemaslahatan bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan implementasi KBC ditandai dengan terinternalisasinya nilai cinta, moderasi beragama, dan kepedulian ekologis dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, guru memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam mentransformasikan nilai-nilai tersebut ke dalam praktik pendidikan sehari-hari di madrasah, sejalan dengan program Kemenag Berdampak dan Asta Protas Kementerian Agama.

Lebih lanjut, Erwinto menjelaskan bahwa KBC merupakan pendekatan pendidikan yang menempatkan cinta, empati, dan nilai kemanusiaan sebagai fondasi utama pembelajaran. KBC tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter, moral, serta relasi yang sehat antara pendidik, peserta didik, dan lingkungan sekolah, yang tercermin melalui pembelajaran humanis, meningkatnya rasa aman dan empati peserta didik, serta terwujudnya iklim sekolah yang harmonis, inklusif, dan berbudaya gotong royong.


Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Ekoteologi ini diselenggarakan oleh Madrasah Ibtidaiyah Bandar Lampung dan diikuti oleh 340 guru MI yang tergabung dalam Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MI se-Kota Bandar Lampung. Kegiatan berlangsung di Soeltan Luxe Hotel Sultan/Nusantara, Bandar Lampung.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru Mi mampu menguatkan pemahaman dan keterampilan dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta secara utuh, sehingga madrasah tidak hanya menjadi pusat transfer pengetahuan, tetapi juga pusat pembentukan karakter dan peradaban. Kegiatan workshop ditutup langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung. (Humas)

Editor: Fadilah