Bandar Lampung, Kemenag (Humas) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kota
Bandar Lampung, H. Erwinto, menekankan pentingnya profesionalisme, soliditas
organisasi, serta kepatuhan terhadap regulasi dalam pelaksanaan tugas
kepenghuluan saat menerima silaturrahmi audiensi Pengurus Pimpinan Cabang
Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PC APRI) Kota Bandar Lampung, Kamis
(5/2/2026), di ruang kerjanya.
“Penghulu memiliki peran strategis sebagai garda terdepan pelayanan
keagamaan, khususnya dalam pencatatan nikah dan pembinaan keluarga sakinah.
Karena itu, seluruh pelaksanaan tugas harus dilakukan secara profesional,
tertib administrasi, dan patuh terhadap regulasi yang berlaku,” tegas Erwinto
dalam arahannya.
Ia juga menekankan bahwa keberadaan organisasi profesi seperti APRI
memiliki posisi penting dalam menjaga marwah jabatan fungsional penghulu serta
meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. “APRI harus menjadi wadah
penguatan kompetensi dan integritas penghulu, sekaligus mitra strategis
Kementerian Agama dalam mewujudkan pelayanan publik yang prima,” tambahnya.
Audiensi tersebut dilaksanakan sebagai upaya mempererat sinergi dan
koordinasi antara PC APRI Kota Bandar Lampung dengan Kementerian Agama,
khususnya dalam mendukung optimalisasi pelaksanaan tugas dan fungsi
kepenghuluan di wilayah Kota Bandar Lampung.
Pada kesempatan itu, PC APRI Kota Bandar Lampung diwakili oleh Sekretaris
APRI, Samanan, bersama anggota Alianda Mudiantoni dan Fauzan. Perwakilan APRI
menyampaikan maksud dan tujuan audiensi, antara lain memperkenalkan
kepengurusan PC APRI Kota Bandar Lampung periode 2025–2029, memaparkan program
kerja organisasi, serta memohon arahan dan dukungan Kepala Kankemenag dalam
rangka penguatan peran penghulu sebagai pejabat fungsional yang strategis.
Menutup pertemuan tersebut, Erwinto berharap PC APRI Kota Bandar Lampung dapat terus bersinergi dengan Kantor Kementerian Agama, menjaga profesionalisme, serta berkontribusi aktif dalam mendukung program-program Kementerian Agama di tingkat daerah. “Sinergi yang kuat akan menjadi kunci terwujudnya pelayanan keagamaan yang berkualitas, akuntabel, dan berintegritas,” pungkasnya. (Humas)
Editor: Fadilah