Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

Kakan Kemenag Way Kanan Ikuti Perhelatan Akbar MAHAN PELITA se-Provinsi Lampung

Jumat, 12 September 2025 Humas Way Kanan
Kakan Kemenag Way Kanan Ikuti Perhelatan Akbar MAHAN PELITA se-Provinsi Lampung
Humas Way Kanan
Humas Way Kanan

Way Kanan, Kemenag (Humas) — Perhelatan akbar MAHAN PELITA (Kemah Kerukunan Penyuluh Lintas Agama) se-Provinsi Lampung resmi dibuka di Bumi Perkemahan Wira Garden, Bandar Lampung, Jumat (12/9/2025). Kegiatan yang berlangsung hingga Sabtu (13/9/2025) ini menjadi momentum penting bagi para penyuluh agama dalam memperkuat pemahaman moderasi beragama lintas iman.
 
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Provinsi Lampung dan diikuti lebih dari 1.128 Penyuluh Lintas Agama dari 15 kabupaten/kota se-Lampung. Kehadiran peserta dari seluruh daerah menunjukkan semangat kolaborasi dan komitmen bersama dalam merawat kerukunan umat beragama.
 
Turut hadir dalam kegiatan ini Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar, Gubernur Lampung yang diwakili oleh Asisten I, Staf Khusus Menteri Agama, Anggota DPR RI, Ketua Kadin, Plt. Kakanwil Kemenag Provinsi Lampung Erwinto, pejabat Kanwil Kemenag Lampung, serta Kepala Kemenag kabupaten/kota se-Lampung. Kehadiran para tokoh ini menegaskan dukungan kuat terhadap peran penyuluh agama sebagai garda terdepan moderasi beragama.
 
Kakan Kemenag Way Kanan, Masir Ibrahim, yang turut serta dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif para penyuluh agama dari Way Kanan dalam kegiatan ini. “Kehadiran Penyuluh Agama Way Kanan pada MAHAN PELITA merupakan bentuk nyata komitmen kita bersama untuk menguatkan moderasi beragama. Semoga semangat kebersamaan ini semakin memperkokoh kerukunan umat beragama, sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan,” ujarnya.
 
Selama dua hari, peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang meliputi dialog kebangsaan, diskusi tematik, refleksi keagamaan, penanaman pohon, hingga pelatihan pemberdayaan berbasis komunitas. Melalui kegiatan ini, para penyuluh diajak mengembangkan perspektif ekoteologi yang menekankan keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam.
 
Dengan terselenggaranya MAHAN PELITA, Masir berharap para penyuluh agama semakin siap menjadi teladan dalam menebarkan nilai toleransi, memperkokoh persatuan bangsa, serta berkontribusi nyata dalam pembangunan masyarakat yang moderat, inklusif, dan berkelanjutan. (Humas)


Editor : Fadilah