Search

Kakankemenag Beri Sambutan pada Kegiatan Kelas Literasi Zakat dan Wakaf

kakankemenag-beri-sambutan-pada-kegiatan-kelas-literasi-zakat-dan-wakaf
Fotografer: Humas Kanwil

Lampung Timur, Kemenag (Humas) -- Kepala Kantor Kemenag Lamtim, H. Indrajaya, S.Ag., M.A.P menghadiri dan memberikan sambutan pada kegiatan Kelas Literasi Zakat dan Wakaf di UNU Lampung, Purbolinggo (11/06/2024). 

Hadir dalam acara tersebut Asisten 1 Bag. Pemerintahan dan Kesra, Drs. Ahmad Zaenuddin, M.A.P., Kasubbag TU, H. Masturi, S.Ag., Ketua BAZNAS Provinsi Lampung, H. Lukmanul Hakim, Kasi Bimas Islam, Drs. H. Mukhlisin, M.Sy, Rektor UNU Lampung, H. M. Miftahuddin, S.Ag.,M.Sy., Peny. Zawa, Kusaeni, M.Pd, dan Ketua BPN Lamtim, Nova Maroya, S.T.,M.H.

Ahmad Zaenuddin membacakan sambutan Bupati melalui momen kegiatan ini, "Saya mengajak semua, untuk membersihkan harta yang kita miliki, sesuai yang diperintahkan dalam AL-Quran surat At-Taubah, yang artinya "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat tersebut engkau membersihkan dan mensucikan mereka". Hal ini juga sebagai upaya, untuk meningkatkan rasa kepedulian kepada sesama terutama yang masih membutuhkan uluran tangan dari saudaranya umat muslim dengan bantuan dan zakat," ucap Zaenuddin.

"Dengan potensi penghimpunan zakat, infaq dan shodaqoh yang cukup besar, hal ini menjadi gerakan dakwah terbukanya ruang sehingga pada akhirnya, manfaat dari pengelolaan serta penyaluran zakat tersebut, dapat dirasakan oleh masyarakat, terutama masyarakat di Kabupaten Lampung Timur, Bumei Tuwah Bepadan ini," pungkasnya.

"Melalui kegiatan Kelas Literasi Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur Tahun 2024 ini, merupakan upaya kita bersama," ucap Zaenuddin membacakan sambutan Bupati.

Indrajaya dalam sambutannya, "Literasi Zakat dan Wakaf merupakan salah satu program prioritas kementerian agama RI sebagai upaya untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya zakat dan wakaf," ucap Indra.

"Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur yang memulai zakat dari nol pada tahun 2008 jumlah muzaki hanya 8 orang saja, tetapi pada akhirnya tahun ini 90 % ASN kemenag sudah berzakat. Besaran yang terhimpun tiap bulan sebesar Rp 25.000.000," ungkapnya.

“Dengan ini kami mengajak Bapak dan Ibu untuk berkolaborasi dengan wakaf. Mari kita pikirkan bersama potensi zakat di tempat kita, kita pikirkan potensi tanah masjid yang luas kita sewakan misalnya kepada pengusaha, dari situ kita menggembangkan potensi zakat ini. Tidak akan ada fakir miskin, jikalau zakat dan wakaf dikelola secara professional dan optimal pengelolaannya sesuai dengan amanah,” ajak Indra.

“Pengurus zakat harus amanah, jangan sampai sumbangan dari jemaah untuk zakat disalahgunakan. Jaga kepercayaan masyarakat. Jangan menyalahgunakan uang zakat untuk keperluan pribadi. Ini kembali kepada tugas Baznas untuk mengajak ASN Pemda agar mau berzakat melalui wadah yang ada," ujar Indra. (Panji)


Editor: Aditya Catur


Editor: Humas Kanwil
Copyright : Datin Kanwil