Search

KakanKemenag Makmur Dorong Penguatan Moderasi Beragama sebagai Strategi Menjaga Harmoni di Era Digital

kakankemenag-makmur-dorong-penguatan-moderasi-beragama-sebagai-strategi-menjaga-harmoni-di-era-digital
Fotografer: Humas Kanwil

Bandar Lampung, Kemenag (Humas) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, Makmur, membuka sekaligus menjadi narasumber pada Dialog Kerukunan Intern dan Moderasi Umat Beragama Katolik se-Kota Bandar Lampung Tahun 2025. Kegiatan yang digelar Pelaksana Katolik Kemenag Kota Bandar Lampung ini diikuti 50 pemuda Katolik dan berlangsung di Hotel Arinas, Enggal, Bandar Lampung, Kamis (27/11/2025).

Pelaksana Katolik, Felik Himawan, menjelaskan bahwa dialog bertema “Memperkuat Hubungan Komunikasi dan Sosial Masyarakat dalam Bingkai Kerukunan Umat Beragama” tersebut bertujuan memperkuat wawasan kebangsaan, meningkatkan pemahaman moderasi beragama, dan membangun jejaring kerukunan generasi muda.


Dalam sambutannya, Makmur menegaskan pentingnya moderasi beragama sebagai strategi menjaga harmoni di era digital. Melalui materi berjudul “Penguatan Moderasi Beragama: Strategi Menjaga Harmonisasi dan Toleransi di Era Modern”, ia menyampaikan bahwa moderasi beragama adalah sikap adil, seimbang, dan menolak ekstremitas, yang sangat penting untuk merawat kerukunan di tengah derasnya informasi digital.

Makmur memaparkan empat indikator moderasi beragama: komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, dan penerimaan tradisi lokal. Ia menilai Gereja Katolik memiliki tradisi dialog dan pelayanan sosial yang dapat memperkuat hubungan harmonis di masyarakat.

Ia menekankan pentingnya literasi keagamaan dan literasi digital bagi generasi muda. Rumah ibadah, menurutnya, perlu menjadi ruang dialog, edukasi publik, dan pembinaan kerukunan.

Makmur juga menjelaskan peran Kementerian Agama dalam penguatan moderasi beragama melalui Program Moderasi Beragama Nasional, FKUB, serta pendampingan dialog masyarakat. Ia mencontohkan praktik baik seperti bakti sosial lintas agama dan forum diskusi sebagai bentuk sinergi pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat.


Selain itu, Makmur menyampaikan Asta Prota Kementerian Agama yang menekankan peningkatan layanan keagamaan, penguatan pendidikan agama, dan perluasan ruang kerukunan. Ia juga mengenalkan Kurikulum CINTA yang memuat nilai cinta tanah air, cinta sesama, cinta lingkungan, dan cinta ilmu pengetahuan.

“Moderasi beragama adalah tanggung jawab bersama. Harmoni terwujud melalui dialog, kerja sama, dan empati,” tegasnya.

Makmur berharap dialog ini dapat memperluas pemahaman peserta, memperkuat jejaring kerukunan, dan melahirkan kader muda moderat yang menjadi agen toleransi di Kota Bandar Lampung. (Humas)

Editor: Fadilah


Editor: Humas Kanwil
Copyright : Datin Kanwil