Tulang Bawang, Kemenag (Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama
Kabupaten Tulang Bawang Ahmad Jalaluddin menjadi pemateri dalam kegiatan
Bimbingan Manasik Haji Kecamatan yang
berlangsung di Masjid Zen Luqman Menggala, Kamis (17/04/2025).
Bimbingan Manasik Haji diikuti sebanyak 35 Jamaah yang berasal dari lima kecamatan yakni
Kecamatan Menggala, Menggala Timur, Gedung Meneng, Dente Teladas, dan Banjar
Baru.
Dalam paparannya Jalaluddin menyampaikan materi berjudul Hak dan
Kewajiban Jemaah Haji, beliau menjelaskan pentingnya pemahaman mendalam
mengenai hak dan kewajiban para jemaah haji. Ia menyampaikan bahwa ibadah haji
bukan sekadar perjalanan spiritual, melainkan juga mengandung unsur persiapan
mental, fisik, administrasi, serta tanggung jawab.
Menurutnya, hak-hak jemaah haji meliputi hak atas pelayanan yang layak selama proses penyelenggaraan haji, baik dari sisi transportasi, akomodasi, konsumsi, kesehatan, dan bimbingan ibadah. Jalaluddin menegaskan bahwa Kementerian Agama RI terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan haji setiap tahunnya, termasuk memastikan jemaah mendapatkan informasi yang akurat, layanan kesehatan yang memadai, serta perlindungan selama di tanah suci.
“Setiap jemaah berhak mendapatkan layanan seperti bimbingan manasik, akomodasi di asrama haji, transportasi, konsumsi, hingga jaminan kesehatan dan asuransi. Semua ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam melayani tamu Allah,” pungkas Jalaluddin.
Jalaluddin juga
menguraikan berbagai kewajiban yang harus dipahami dan dijalankan oleh setiap
jemaah. Kewajiban tersebut mencakup kesiapan diri dalam aspek kesehatan,
kepatuhan terhadap aturan yang berlaku baik di Indonesia maupun Arab Saudi,
menjaga ketertiban, serta melaksanakan seluruh rangkaian ibadah sesuai tuntunan
syariat Islam.
Menutup sesi pematerian, Jalaluddin menyampaikan harapannya agar seluruh calon jemaah haji dari Kabupaten Tulang Bawang dapat melaksanakan ibadah dengan lancar, khusyuk, dan menjadi haji yang mabrur. Ia juga berpesan agar selama di tanah suci, jemaah senantiasa menjaga nama baik bangsa Indonesia, serta selalu mengikuti arahan dari petugas haji.
Ia juga mengajak seluruh jemaah untuk senantiasa menjaga kesehatan, karena kondisi fisik yang prima sangat dibutuhkan dalam menjalankan seluruh prosesi ibadah haji yang memerlukan banyak energi dan mobilitas tinggi.
Editor: Aditya Catur