Tulang Bawang,
Kemenag (Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulang
Bawang, Ahmad Jalaluddin, menjadi narasumber utama dalam kegiatan Dialog Isu
Aktual Lintas Agama, yang dilaksanakan di Kampung Ujung Gunung Ilir, Kecamatan Menggala, Kamis (19/06/2025).
Dialog diikuti
oleh 30 peserta, yang terdiri dari unsur penting masyarakat lokal, yaitu Ketua
dan Anggota Badan Permusyawaratan Kampung (BPK), para Kepala Dusun, Tokoh
Lintas Agama, Tokoh Pemuda, dan Tokoh Perempuan dari berbagai latar belakang
kepercayaan.
Dalam sesi pemaparan
materi, Kepala Kantor Kemenag Tulang Bawang Jalaluddin membawakan judul materi “Moderasi Beragama". Ia menekankan
bahwa moderasi beragama bukanlah upaya memoderatkan agama, melainkan mengajak
pemeluk agama untuk menjalankan keyakinan secara adil, seimbang, dan menghargai
perbedaan.
"Indonesia adalah
negara yang bermasyarakat religius dan
majemuk. Meskipun bukan negara agama,
masyarakat lekat dengan kehidupan
beragama dan kemerdekaan beragama
dijamin oleh konstitusi," ucapnya.
“Moderasi beragama sesungguhnya merupakan kunci terciptanya toleransi dan kerukunan, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global. Moderasi beragama juga merupakan cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama dengan cara mengejawantahkan esensi ajaran agama,” jelas Jalaluddin.
Lebih lanjut, Jalaluddin menjelaskan empat indikator utama moderasi beragama yakni, komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan penerimaan terhadap budaya lokal. Beliau juga menjelaskan bahwa keempat indikator tersebut harus menjadi bagian dari pola pikir, sikap, dan perilaku sehari-hari, khususnya dalam lingkungan yang heterogen seperti di Kampung Ujung Gunung Ilir.
"Kekuatan
moderasi beragama pada dasarnya adalah menghadirkan negara sebagai rumah
bersama yang adil dan ramah bagi bangsa Indonesia untuk menjalani kehidupan
beragama yang rukun, damai, dan makmur,” paparnya.
Menutup
materinya Jalaluddin berpesan kepada seluruh peserta dan masyarakat Kampung Tri
Tunggal Jaya untuk senantiasa menjaga dan merawat nilai-nilai toleransi di
tengah perbedaan sebagai bagian dari komitmen beragama dan berbangsa.
“Perbedaan itu adalah anugerah. Toleransi bukan hanya sikap, tapi wujud nyata dari kedewasaan beragama. Mari kita jaga kebersamaan ini dengan hati yang damai, saling menghargai, dan saling menguatkan demi terwujudnya Tulang Bawang sebagai Kabupaten Udang Manis (Unggul, Damai, Aman, Nyaman, Guyub, Mandiri, Agamis, Natural, Inovatif dan Sejahtera,” tutup Jalaluddin penuh harap.
