Tulang Bawang, Kemenag (Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulang Bawang Ahmad
Jalaluddin, memberikan pembinaan menyeluruh kepada seluruh jajaran pejabat di
lingkungan Kemenag Kabupaten Tulang Bawang. Kegiatan
yang sarat makna ini berlangsung khidmat di Aula Gedung PLHUT, Senin (02/06/2025).
pembinaan
ini melibatkan partisipasi aktif seluruh Kepala Seksi di lingkungan Kantor
Kemenag, Kepala Madrasah Negeri, Para Kepala KUA Se-Kabupaten Tulang Bawang, dan
Seluruh ASN dilingkup Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulang Bawang.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan kinerja pelayanan publik, serta memperteguh komitmen integritas dan profesionalisme ASN dalam mengemban tugas negara.
Dalam arahannya, Kakankemenag Tulang Bawang menyampaikan bahwa ASN Kementerian Agama harus menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan publik yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
"Kita
tidak cukup hanya hadir sebagai birokrat, tapi harus tampil sebagai abdi negara
yang memberi makna dan harapan bagi umat. Untuk itu, mari jaga integritas,
tingkatkan kompetensi, dan bangun komunikasi yang efektif dan kolaboratif,”
tegas beliau.
Lebih lanjut Jalaluddin menekankan tiga aspek utama dalam pembinaan yang berlangsung. Pertama, Internalisasi Nilai ASN BerAKHLAK, yakni: Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.
Kedua, pengamalan 5 Budaya Kerja Kemenag: Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tanggung Jawab, dan Keteladanan.
Ketiga, Implementasi Tagline Pelayanan “SIKEP”: Semangat, Ikhlas, Kredibel, Elegan, dan Prima sebagai identitas khas pelayanan Kemenag Tulang Bawang.
“Sebagai pelayan publik, kita harus mengaktualisasikan semangat “Kemenag TUBA SIKEP”, Santun, Ikhlas, Kolaboratif, Empati, dan Profesional dalam setiap interaksi pelayanan kepada masyarakat,” terang Kakankemenag.
Jalaluddin menjelaskan Menuju ASN yang tangguh dan melayani menekankan bahwa penguatan nilai-nilai dasar tersebut harus diwujudkan
dalam tindakan nyata melalui tiga strategi utama:
Pertama, menjaga integritas. Menghindari segala bentuk penyimpangan, serta membangun budaya kerja yang bersih dan teladan.
Kedua, meningkatkan kompetensi. Mendorong ASN untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta regulasi.
Ketiga, membangun komunikasi efektif dan kolaboratif. Memperkuat
koordinasi internal dan sinergi dengan mitra eksternal demi pelayanan yang
lebih baik.
Beliau berpesan untuk membangun budaya kerja yang bersih, profesional, dan humanis. "Saya ingin kita semua
membangun budaya kerja yang bebas dari
pungli dan manipulasi data, ramah terhadap masyarakat, saling mendukung antar
pegawai, dan cepat tanggap terhadap persoalan,” pungkas Jalaluddin.
Terakhir, dengan semangat reformasi birokrasi, diharapkan seluruh ASN Kemenag Tulang Bawang dapat menjadi agen perubahan yang mampu memberikan pelayanan prima, inklusif, dan humanis kepada masyarakat.
“Mari kita kobarkan semangat SIKEP dalam setiap tugas, agar kehadiran Kemenag benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat,” tutupnya.