Tulang Bawang, Kemenag (Humas) – Dalam suasana hangat dan
penuh sukacita, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulang Bawang Ahmad Jalaluddin didampingi Kasi
Pendidikan Islam Eviyana turut hadir memeriahkan kegiatan pelepasan dan temu
pisah Keluarga Besar Yayasan Nurul Maula Al-Amin yang berlangsung di MTs Nurul
Maula Al Amin, Rabu (12/6/2025).
Kegiatan ini dihadiri oleh Pengawas Madrasah, Kepala Kampung Gunung Ujung Ilir, Ketua Komite, tokoh masyarakat, dan wali murid. Kegiatan tersebut menjadi momen penghormatan
bagi siswa siswi kelas IX MTs, kelas VI MI, dan RA Nurul Maula Al-Amin yang
akan melangkah menuju jenjang pendidikan berikutnya. Tak hanya menjadi ajang
pelepasan, ungkapan rasa syukur, harapan, dan doa pun turut mengiringi para
siswa siswi.
"Kami sangat berterima kasih kepala Kantor Kementerian
Agama Kabupaten Tulang Bawang Ahmad
Jalaluddin atas perhatian, arahan, serta dukungan yang terus mengalir kepada
kami. Semoga sinergi ini terus terjaga dan semakin memperkuat perjuangan kami
dalam mendidik anak-anak bangsa," ucap Ketua Yayasan Nurul Maula Al-Amin Dwi Iswati mengawali sambutannya.
Ia juga menyampaikan harapan agar
lulusan dari lembaga ini dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih
tinggi, membawa nama baik yayasan, dan menjadi duta-duta Islam yang membawa
kedamaian dan kemajuan.
Sementara Itu dalam sambutannya
Kakankemenag Jalaluddin memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Yayasan
Nurul Maula Al-Amin yang dinilai telah berperan besar dalam mencerdaskan
generasi bangsa melalui jalur pendidikan formal madrasah.
“Melalui tiga jenjang pendidikan
madrasah yaitu RA, MI dan MTs, dapat membentuk karakter, ilmu dan akhlak anak-anak”
ungkap Jalaluddin.
Jalaluddin menyebut bahwa pendidikan
sejak usia dini harus diarahkan untuk melahirkan generasi yang kuat secara
moral dan spiritual.
Ia menegaskan bahwa momen perpisahan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan baru yang penuh harapan. Para siswa diharapkan menjadi generasi Qur’ani yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan berakhlak mulia.
Lebih lanjut Jalaluddin menyampaikan
tiga pesan penting yang dipaparkan beliau dalam kesempatan ini. "Pertama, jadilah
pribadi yang terus belajar dan tidak mudah puas. Jaga adab, hormati guru, dan
jangan lupakan orang tua. Apa pun cita-citamu entah ingin jadi dokter, ustadz,
guru, atau bahkan Menteri Agama. Semuanya bisa diraih jika engkau sungguh-sungguh
dan ikhlas,” ucapnya.
"Kedua, untuk para guru dan pengelola
yayasan, teruslah berinovasi dan menjaga keikhlasan dalam mendidik. Mendidik
itu bukan hanya mentransfer ilmu, tapi juga menanamkan nilai. Kami di Kemenag
akan terus mendukung lembaga pendidikan yang berkomitmen terhadap mutu dan
akhlak," tambahnya.
"Dan yang ketiga, untuk orang tua/wali
murid Pendidikan tidak berhenti di sekolah. Di rumah, orang tua adalah madrasah
pertama dan utama. Mari jalin sinergi dengan guru dan yayasan agar anak-anak
kita tumbuh dalam ekosistem yang sehat dan Islami," ucapnya.
Jalaluddin berpesan
agar terus belajar, menjaga adab, dan menghormati guru serta orang tua. Ia
meyakinkan bahwa cita-cita setinggi apa pun dapat diraih dengan kesungguhan dan
keikhlasan.
Mengakhiri sambutannya, Jalaluddin menyampaikan harapan agar Yayasan Nurul Maula Al-Amin terus tumbuh menjadi lembaga pendidikan unggulan di Kabupaten Tulang Bawang dan bahkan di tingkat Provinsi Lampung. Ia mendukung penuh cita-cita bersama untuk mewujudkan madrasah yang mandiri, berprestasi, dan berdaya saing tinggi.
Editor: Aditya Catur
